Wonosari (Kemenag Gunungkidul) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Drs. H. Sa'ban Nuroni MA beserta jajaran pimpinan menerima audiensi dari PT. Zhafirah Mitra Madina di ruang rapat setempat, Selasa (23/1/2024).
Hadir Direktur Utama PT. Zhafirah Mitra Madina H. R. Tanto SH didampingi Afriyanti dan Muhtar yang menyampaikan tujuan audiensi, yaitu terkait Program Haji Khusus.
Pada kesempatan ini, Sa'ban menyampaikan sekilas tentang kondisi potensi jemaah haji di Gunungkidul. "Ditingkat DIY, Gunungkidul menempati posisi ketiga jumlah kloter pada tahun 2023 kemarin," katanya.
Sa'ban menjelaskan bahwa ada 18 Kapanewon di Gunungkidul. Kapanewon Wonosari menduduki urutan pertama jumlah terbanyak jemaah haji, kedua Playen dan ketiga Karangmojo.
Selanjutnya, Direktur Utama PT. Zhafirah Mitra Madina, Tanto, menjelaskan bahwa tujuan audiensi ini adalah mengenalkan Program MudaHaji Haji Khusus.
PT. Zhafirah Mitra Madina merumuskan program mudah dalam berhaji dan bisa berangkat haji dalam usia muda dengan antrean kurang lebih 7 tahun. Dalam hal ini sudah bekerja sama dengan beberapa bank, program ini dinamakan MudaHaji.
“Alhamdulillah PT. Zhafirah Mitra Madina sudah berdiri selama 14 tahun dan sudah mendapatkan izin Haji Khusus. Pada tahun ini Menteri Agama sudah memutuskan bahwa 10.000 tambahan kuota diberikan kepada Haji Khusus. Siapapun bisa berkesempatan haji,” terangnya.
Tanto menjelaskan Program MudaHaji memiliki filosofi yaitu mudah mendapatkan porsi haji, mendapatkan fasilitas terbaik dan berhaji diusia muda.
Penulis : Putri HS
Editor : Andi Eko