Kemenag Gunungkidul Siap Sukseskan Operasi Ketupat 2026, Masjid Jadi Rumah Singgah Pemudik

  Senin, 02 Maret 2026    Bacakan Berita     70 
Foto Kemenag Gunungkidul Siap Sukseskan Operasi Ketupat 2026, Masjid Jadi Rumah Singgah Pemudik

Wonosari (Kankemenag Gunungkidul) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Dr. H. Mukotip S.Ag M.Pd.I menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral persiapan Operasi Ketupat 2026 yang digelar Polres Gunungkidul di Mapolres setempat, Senin (2/3/2026). Rapat ini menandai kesiapan awal pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 H di wilayah Gunungkidul.

Rapat koordinasi lintas sektoral tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh Kapolres Gunungkidul, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, serta para kepala OPD. Secara nasional, koordinasi ini terhubung dengan rapat tingkat menteri yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai bagian dari pengamanan serentak Operasi Ketupat di seluruh Indonesia.

Fokus utama rapat adalah memperkuat sinergi lintas sektor guna menjamin kelancaran arus mudik, perayaan Idulfitri 1447 H, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain pengamanan jalur dan objek vital, kesiapan infrastruktur, transportasi, logistik, hingga mitigasi bencana turut menjadi perhatian bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar MA memaparkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026. Melalui program ini, masjid didorong menjadi “rumah singgah umat” dengan menghadirkan layanan ramah pemudik seperti buka 24 jam, toilet dan tempat wudu yang bersih, area parkir aman, ruang istirahat, fasilitas pengisian daya gawai, pusat informasi, hingga penyediaan air minum dan makanan ringan.

Mukotip menegaskan bahwa Kemenag Gunungkidul siap mengoptimalkan peran masjid dalam mendukung Operasi Ketupat 2026. “Kami siap menggerakkan masjid-masjid di Gunungkidul agar menjadi tempat istirahat yang aman, nyaman, dan ramah bagi para pemudik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak tidak meremehkan situasi meskipun terdapat potensi penurunan pergerakan masyarakat. Pengamanan harus tetap dilakukan secara maksimal di seluruh objek, disertai sosialisasi intensif terkait kebijakan pemerintah dan rekayasa lalu lintas melalui berbagai kanal informasi.

Pengamanan dan pelayanan di tempat ibadah, sarana transportasi, serta objek wisata diminta dilakukan secara humanis dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, pengawasan terhadap ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan, BBM, dan BBG perlu diperketat melalui kolaborasi Satgas Pangan dan para pemangku kepentingan.

Aspek mitigasi bencana juga menjadi perhatian serius, mulai dari kesiapan jalur evakuasi, titik pengungsian, distribusi logistik, hingga kesiapsiagaan perlengkapan SAR, genset, jaringan komunikasi, dan ketersediaan bahan pokok penting.

Dengan sinergi yang solid antarinstansi, Operasi Ketupat 2026 di Gunungkidul diharapkan dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri.(sgt)

Penulis : Sigit

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul