Gunungkidul (Kankemenag) – Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Plt. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kankemenag Gunungkidul, Supriyanto, bersama staf, yaitu Choirudin dan Herfan, mengunjungi Pondok Pesantren Al I’tisham Kampus Putri di Banaran Playen, Sabtu (15/5/2021).
Menurut rilis dari Pondok Pesantren Al I’tisham, terjadi keracunan makanan berbuka puasa di Pondok Pesantren Al I’tisham Kampus Putri. Pada 12 Mei 2021, Panitia Ramadan Pondok Pesantren Al I’tisham Kampus Putri Banaran, Playen, memesan 480 porsi ikan nila bakar kepada salah satu rumah makan yang telah menjadi langganan pesantren. Menu makanan tersebut sebagai penutup rangkaian kegiatan Ramadan 1442H.
Gejala yang muncul di mayoritas santri dan pengurus adalah diare yang sering, muntah dan peningkatan suhu tubuh disebagian orang. Jumlah yang merasakan gejala tersebut adalah 160 santri dan 24 pengurus pesantren atau keluarganya. Total keseluruhan 184 orang.
Semenjak muncul laporan tersebut, pihak pesantren berupaya mengatasi dengan upaya-upaya pertolongan pertama dalam kasus keracunan makan. Untuk lebih mengefektifkan penanganan, maka pihak pesantren merujuk 40 santri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif.
Dalam kesempatan ini, Plt. Kasi PD Pontren, Supriyanto, menyampaikan rasa keprihatinannya atas kejadian ini. “Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa santri. Disamping itu kami bersyukur, Allah masih menjaga anak-anak kita dan itulah yang membuat kami sedikit lega. Ini menjadi ujian dan pelajaran bagi kita, terutama bagi pondok pesantren di Kabupaten Gunungkidul pada umumnya,” ungkap Supriyanto seraya berharap agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari.
Pimpinan Pondok Pesantren Al I’tisham, Said Syamsul Huda, didampingi salah satu staf pengajar pondok pesantren, menjelaskan bahwa pihak pesantren telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Puskesmas 1 Playen, Polsek Playen dan Pemerintah Desa setempat guna mengatasi kejadian luar biasa ini.
Seluruh santri yang dirujuk, sudah diperbolehkan pulang. “Seluruh santri dalam keadaan yang berangsur membaik. Banyak diantara mereka yang telah beraktivitas normal,” katanya.
Pihak rumah makan pun telah menemui pihak pesantren dan menunjukkan iktikad baik untuk penyelesaian kejadian tersebut. Adapun bagian makanan yang menjadi pemicu keracunan, sampai saat ini masih dalam penyelidikan dari pihak yang berwenang. (and)
Penulis : Andi Eko
Editor : Siti Nurafrianti