Kemenag Gunungkidul Ikuti Kick-off Program Masjid Ramah Pemudik 1447 H

  Rabu, 11 Maret 2026    Bacakan Berita     37 
Foto Kemenag Gunungkidul Ikuti Kick-off Program Masjid Ramah Pemudik 1447 H

Patuk (Kankemenag Gunungkidul) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan Kick-off Program Masjid Ramah Pemudik 1447 H/2026 M dan Ekspedisi Masjid Indonesia yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh jajaran Kemenag Gunungkidul dari Masjid Al-Ma’wa Patuk, Patuk, Gunungkidul.

Program kick-off ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama untuk mengoptimalkan peran masjid sebagai ruang pelayanan umat, khususnya bagi para pemudik yang melakukan perjalanan saat momentum Idulfitri.

Di Kabupaten Gunungkidul, kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Ma’wa Patuk dan diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Dr. H. Mukotip S.Ag M.Pd.I, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, takmir Masjid Al-Ma’wa Patuk, serta jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Patuk.

Dalam sambutan dan arahannya, Mukotip menegaskan pentingnya peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, terutama saat arus mudik berlangsung.

“Melalui program Masjid Ramah Pemudik ini, kami berharap masjid dapat menjadi tempat yang nyaman bagi para pemudik untuk beristirahat, beribadah, sekaligus mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan selama perjalanan,” ujar Mukotip.

Ia juga mengajak para pengurus masjid dan jajaran KUA untuk mendukung program tersebut dengan menyiapkan fasilitas yang memadai serta menciptakan suasana masjid yang bersih, aman, dan ramah bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Gunungkidul H. Zuhdan Aris, S.Ag MA menambahkan bahwa program Masjid Ramah Pemudik merupakan momentum bagi pengurus masjid untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada masa Ramadan dan arus mudik Idulfitri.

Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan umat yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas, termasuk para musafir dan pemudik yang melintas di wilayah Gunungkidul.

“Kami berharap takmir masjid dapat berpartisipasi aktif dengan menyiapkan fasilitas pendukung, seperti tempat istirahat, air minum, kamar mandi yang bersih, serta lingkungan masjid yang nyaman sehingga pemudik merasa terbantu dan terlayani dengan baik,” ujar Zuhdan.

Program Masjid Ramah Pemudik sendiri merupakan inisiatif Kementerian Agama untuk mendorong masjid-masjid di berbagai daerah menyediakan layanan bagi para pemudik, seperti tempat istirahat, air minum, kamar mandi, hingga ruang ibadah yang nyaman.(sgt)

Penulis : Sigit

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul