Kemenag DIY Dorong Rumah Ibadah Ramah Pemudik, Kakanwil Tinjau Tiga Lokasi Lintas Iman

  Kamis, 19 Maret 2026    Bacakan Berita     51 
Foto Kemenag DIY Dorong Rumah Ibadah Ramah Pemudik, Kakanwil Tinjau Tiga Lokasi Lintas Iman

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY)—Dalam rangka penguatan program Rumah Ibadah Ramah PemudikIdul Fitri 1447 H, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Ahmad Bahiej, melakukan kunjungan lapangan ke tiga rumah ibadah lintas agama di tiga kabupaten DIY, Kamis (19/3/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan nasional Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya para pemudik.

Masjid Penyangga Bandara

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Masjid Nurul Huda, Temon, Kabupaten Kulon Progo. Masjid ini memiliki posisi strategis sebagai penyangga kawasan bandara dan berada di jalur jalan nasional. Kehadiran Kakanwil disambut oleh jajaran takmir serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, Wahib Jamil.

Takmir masjid menjelaskan bahwa Masjid Nurul Huda telah berkomitmen menjadi ruang ibadah sekaligus tempat singgah yang nyaman bagi musafir. “Masjid ini terbuka 24 jam dan tidak pernah dikunci. Lampu selalu menyala, tersedia fasilitas kamar mandi, ruang istirahat, hingga ruang laktasi. Bahkan di beberapa titik kami siapkan fasilitas pengisian daya ponsel,” ungkap Kakankemenag Kulon Progo Wahib Jamil.

Ke depan, pengelola masjid juga berencana menambah fasilitas layanan seperti pijat bagi pemudik untuk meningkatkan kenyamanan. “Yang paling berkesan bagi kami adalah bisa memberikan layanan yang bermanfaat bagi para musafir. Kami ingin menghadirkan tempat ibadah yang kondusif, meski kami masih membutuhkan tambahan fasilitas,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kakanwil menyampaikan bahwa konsep rumah ibadah ramah pemudik sejatinya telah lama hidup dalam tradisi masyarakat. “Sebenarnya praktik ini sudah berjalan sejak dulu, hanya saja sekarang diformalkan dan diperkuat sebagai gerakan bersama. Ini juga menjadi bagian dari deklarasi kita dalam menghadirkan masjid ramah musafir,” jelas Ahmad Bahiej.

Gereja di Jalur Strategis

Kunjungan dilanjutkan ke Gereja St. Aloysius Gonzaga, Mlati, Sleman, yang berlokasi di Jalan Magelang Km 7,8—jalur utama keluar-masuk Kota Yogyakarta dari arah utara. Kakanwil Ahmad Bahiej disambut oleh Romo Paroki Marcelinus Rosella, Wakil Ketua II Dewan Paroki Henri Dharma, serta Andreas Ismono. Turut hadir mendampingi unsur Kantor Kemenag Sleman, Polres, Kodim, dan Dinas Perhubungan.

Romo Marcelinus Rosella menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menunjuk gereja ini sebagai salah satu rumah ibadah ramah pemudik. Ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Masyarakat, Joko, menegaskan bahwa kebijakan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat harmoni sosial. “Jika kebijakan ini terus berlanjut, maka bukan hanya toleransi yang terbangun, tetapi juga persaudaraan yang semakin kokoh di tengah masyarakat,” jelasnya.

Kakanwil menambahkan bahwa setiap momentum Idul Fitri selalu diiringi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi menuju Yogyakarta. “Diperkirakan jutaan pemudik akan masuk ke wilayah DIY. Ini tentu berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Oleh karena itu, kehadiran rumah ibadah ramah pemudik menjadi sangat penting sebagai titik layanan publik,” ungkapnya.

Ahmad Bahiej menegaskan bahwa gerakan ini tidak terbatas pada masjid, tetapi juga mencakup gereja, vihara, dan pura yang berada di lokasi strategis. “Semua pemeluk agama melakukan perjalanan mudik, dan semuanya harus kita layani tanpa membeda-bedakan. Fasilitas seperti tempat istirahat, ruang laktasi, hingga layanan cek kesehatan sangat dibutuhkan oleh para pemudik,” imbuhnya.

“Atas nama Kemenag DIY, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pengelola rumah ibadah. Ini menjadi bukti bahwa rumah ibadah mampu menghadirkan layanan lengkap bagi masyarakat. Semoga ini menjadi gerakan bersama dalam melayani umat,” tutupnya didampingi Kepala Kankemenag Sleman, H. Nadhif.

GKJ Paliyan Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Lokasi ketiga yang dikunjungi adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Paliyan, Panthan Putat, Gunungkidul. Kehadiran Kakanwil disambut oleh Ketua Panitia Posko Pantau, Supriatmi, bersama Pendeta Aan Priadi, Majelis Gereja Suprihatin, Majelis Pelaksana Harian Suryo Suhartono, serta tim medis yang bertugas.

Supriatmi mengungkapkan bahwa keterlibatan gereja sebagai posko pantau merupakan pengalaman baru. “Ini pertama kalinya gereja kami digunakan sebagai posko pantau rumah ibadah ramah pemudik. Kami merasa bangga bisa ambil bagian dalam pelayanan ini,” ujarnya.

Kakanwil menegaskan bahwa program ini merupakan kebijakan nasional yang akan terus diperluas cakupannya. “Ini adalah program nasional Kementerian Agama. Kedepan, pola seperti ini juga akan kita terapkan pada momentum lain seperti Natal dan Tahun Baru, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ungkap Ahmad Bahiej, didampingi Kepala Kankemenag Gunungkidul, Dr. Mukotip.

Ditambahkan Kakanwil Ahmad Bahiej, pada kesempatan libur Lebaran kali ini, pihaknya telah menyiapkan 217 rumah ibadah di DIY untuk melayani para pemudik. “Terdiri dari 195 masjid, 12 gereja Katolik, 7 gereja Kristen, 2 vihara dan 1 pura,” jelasnya.

Melalui program Rumah Ibadah Ramah Pemudik, Kementerian Agama tidak hanya menghadirkan layanan sosial-keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai moderasi beragama dan solidaritas lintas iman. Rumah ibadah didorong menjadi pusat layanan umat yang terbuka, aman, nyaman, dan inklusif bagi siapa pun yang membutuhkan.

Langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan para pemudik sekaligus mempererat kohesi sosial di tengah masyarakat yang majemuk, sejalan dengan semangat Kementerian Agama dalam menghadirkan agama sebagai inspirasi, bukan sekat, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (bap)

 

Sumber: https://diy.kemenag.go.id/news/52038-kemenag-diy-dorong-rumah-ibadah-ramah-pemudik-kakanwil-tinjau-tiga-lokasi-lintas-iman.html

Penulis : Siaran Pers

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul