Wonosari (Kemenag Gunungkidul) – Ada enam perkara yang menyebabkan hati rusak, yaitu pertama, sengaja berbuat dosa dengan harapan dapat meminta maaf kepada Allah, padahal ajal tidak dapat dimajukan atau dimundurkan. Kedua, seseorang yang memiliki ilmu tetapi tidak mau mengamalkan.
Ketiga, ketika beramal tidak ikhlas. “Maka jangan lelah menjadi orang baik, dilihat maupun tidak dilihat orang lain,” ungkap Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Faqih Shomadi S.Ag M.Pd.I saat memberi kajian keagamaan pada kegiatan keagamaan berupa membaca kitab suci dan kajian keagamaan serta pembinaan kedinasan bagi ASN Kemenag Gunungkidul yang dilaksanakan di Lantai Dasar Masjid Agung Al Ikhlas, Rabu (28/12/2022).
Faqih melanjutkan, keempat, menerima rezeki dari Allah tetapi kurang bersyukur. Kelima, orang yang tidak mau menerima pemberian dari Allah, misal kondisi fisik dan lainnya. Keenam, ketika ada orang yang meninggal dunia, dirinya tidak mengambil hikmah.
Dalam kesempatan ini, Kepala Kemenag Gunungkidul Drs. H. Sa’ban Nuroni MA menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi pegawai mengikuti Computer Assisted Test Indeks Profesionalisme dan Moderasi Beragama (CAT IPMB) di MAN 1 Gunungkidul kemarin, Selasa (27/12/2022). “Ini ikhtiar kita untuk menjadi ASN Kementerian Agama yang baik,” katanya.
Sementara itu, Kasubbag TU Kemenag Gunungkidul Drs. H. Andar Prasetyo MA berharap kegiatan keagamaan berupa membaca kitab suci dan kajian keagamaan serta pembinaan kedinasan ini dapat berlanjut di tahun 2023. Andar juga menyampaikan bahwa pada Senin (2/1/2023) usai apel akan dilaksanakan penandatanganan perjanjian kinerja dan dilanjutkan mujahadah.
“Upacara peringatan Hari Amal Bhakti ke-77 Kementerian Agama akan diselenggarakan di Alun-alun Wonosari pada Selasa (3/1/2022). Sedangkan resepsi dan tasyakuran akan diadakan pada Jum’at (6/1/2023) malam di Taman Budaya Gunungkidul,” tuturnya. (and)
Penulis : Andi Eko
Editor : Siti Nurafrianti