Wonosari (Kankemenag Gunungkidul) – Kepala Seksi Pedidikan Madrasah Kankemenag Gunungkidul H. Supriyanto S.Ag MSI menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) penelitian dengan judul “Inovasi Model Pembelajaran Adaptif Terintegrasi Local Knowledge dalam Pendidikan Pancasila dengan Berpendekatan Culturally Responsive Teaching untuk Memperkuat Kesadaran Multikultural Siswa” pada Senin (15/9/2025).
Kegiatan yang diadakan oleh MGMP PPKn MTs bekerjasama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret ini dilaksanakan di MTsN 4 Gunungkidul dan dikuti 45 peserta.
Supriyanto menyampaikan materi Selayang Pandang Pendidikan Multikultural di Madrasah. "Pendidikan multikultural disajikan melalui beberapa pendekatan, seperti historis, sosiologis, dan kultural untuk memberi pemahaman yang komprehensif kepada siswa," katanya.
Pendidikan multikultural, lanjut Supriyanto, memiliki beberapa manfaat. "Pendidikan multikultural tidak hanya berfokus pada pengajaran saja, melainkan juga pada pembentukan karakter dan kepribadian siswa agar menjadi individu yang berjiwa kebudayaan dan peradaban seperti meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya harmoni dalam masyarakat dan meningkatkan toleransi," tuturnya.
Hadir Ketua Tim Peneliti Dr. Muhammad Hendri Nuryadi S.Pd M.Sc.
Acara dilanjutkan dengan diskusi Diskusi Sesi 1, yaitu Praktik Pembelajaran PPKn saat ini dan integrasi kearifan lokal. Diskusi Sesi 2, Tantangan dan peluang penerapan Culturally Responsive Teaching di MTs/ SMP. Kemudian Diskusi Sesi 3, Merumuskan rekomendasi inovasi model pembelajaran adaptif terintegrasi local knowledge.(sgt)
Penulis : Sigit
Editor : Andi Eko