Wonosari (Kemenag Gunungkidul) – Pada pekan lalu ada beberapa upacara yang diselenggarakan di Kabupaten Gunungkidul, diantaranya Upacara Hari Santri dan Upacara Sumpah Pemuda. Ada banyak manfaat yang dapat diambil dari upacara, diantaranya kita dapat memahami bahwa setiap orang itu unik.
Demikian disampaikan Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul saat menjadi pembina apel ASN Kemenag Gunungkidul yang diselenggarakan di halaman kantor setempat, Senin (30/10/2023), dengan petugas dari Seksi Pendidikan Madrasah.
“Dengan upacara kita bisa memahami bahwa setiap orang itu unik. Karena keunikannya, setiap orang juga mempunyai kelebihan yang bisa diambil, kemudian ditempatkan pada tempat yang tepat. Ada orang yang bakatnya menjadi inspektur upacara, ada yang bakatnya menjadi komandan upacara dan ada yang berbakat menjadi peserta,” tuturnya seraya mengatakan manfaat selanjutnya dari upacara adalah melatih disiplin waktu.
Dalam kesempatan ini, Zuhdan menjelaskan ada dua even nasional yang sedang berlangsung, yaitu Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Nasional III yang berlangsung di Jakarta pada 27 Oktober – 1 November 2023 dan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits Tingkat Nasional (STQHN) XXVII yang dilaksanakan di Provinsi Jambi pada 29 Oktober – 7 November 2023.
“Untuk STQHN, dari Kabupaten Gunungkidul mengirimkan dua utusan yaitu di cabang Hafalan 100 hadits beserta sanad. Keduanya dari MA Darul Quran yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta berlaga di tingkat nasional. Mohon doanya semoga mendapat nilai terbaik dan meraih prestasi yang kita harapkan,” pungkasnya. (and)
Penulis : Andi Eko
Editor : Siti Nurafrianti