Wonosari (Kankemenag Gunungkidul) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I., secara resmi membuka pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT) Seleksi Tahap I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan berlangsung di lantai 2 Gedung PLHUT Gunungkidul dan diikuti oleh 11 peserta yang sebelumnya dinyatakan memenuhi syarat verifikasi administrasi.
Pada kesempatan tersebut, Mukotip membacakan amanat Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, yang secara nasional juga membuka rangkaian Seleksi Petugas Haji 1447 H/2026 M tingkat kabupaten/kota se-Indonesia pada hari yang sama.
Dalam amanatnya, Menteri Irfan Yusuf menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan petugas yang tidak hanya mendampingi, tetapi juga menjadi representasi bangsa dan garda terdepan pelayanan. Oleh karena itu, petugas haji harus memiliki kompetensi unggul, ketangguhan fisik dan mental, integritas tinggi, serta kecakapan komunikasi lintas budaya.
Penggunaan sistem seleksi berbasis CAT diapresiasi sebagai upaya menghadirkan proses rekrutmen yang objektif, transparan, dan akuntabel dalam menjaring calon petugas terbaik.
Menteri juga berpesan agar peserta menjadikan seleksi ini sebagai bentuk ikhtiar pengabdian (khidmah) bagi jemaah haji Indonesia, bukan sekadar arena kompetisi. “Persiapkan diri dengan sebaik-baiknya, tidak hanya secara teknis tetapi juga mental. Tugas ini membutuhkan kesabaran, kepekaan, dan empati yang tinggi,” ungkap Mukotip membacakan amanat Menteri.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan jemaah melalui seleksi dan pembinaan yang ketat, agar petugas haji mampu memberikan pelayanan yang tertib, aman, nyaman, dan berstandar tinggi.
Usai membacakan amanat Menteri, Mukotip menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada seluruh peserta seleksi. Ia menekankan pentingnya integritas, kesungguhan, serta kesiapan mental bagi mereka yang kelak terpilih sebagai petugas haji.
“Kami berharap peserta dari Gunungkidul dapat tampil optimal dan menunjukkan dedikasi terbaik. Semoga ada yang lolos hingga tahap akhir dan mampu mengharumkan nama daerah melalui pelayanan yang profesional kepada jemaah haji,” ujar Mukotip.
Ia menambahkan bahwa tugas sebagai petugas haji merupakan amanah besar yang membutuhkan loyalitas, komitmen, dan akhlak pelayanan yang kuat. Melalui proses seleksi yang ketat ini, Mukotip berharap dapat terpilih petugas-petugas terbaik yang siap memberikan pelayanan paripurna bagi jemaah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gunungkidul, H. Taufik Ahmad Sholeh, S.Ag., M.A., serta panitia seleksi CAT.(sgt)
Penulis : Sigit
Editor : Putri HS