Wonosari ( Kankemenag Gunungkidul ) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul menggelar kegiatan presentasi inovasi calon agen perubahan pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat kantor setempat ini menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan Zona Integritas di lingkungan kerja.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Gunungkidul Dr. H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I menegaskan bahwa pemilihan agen area perubahan Zona Integritas memiliki peran strategis dalam membangun organisasi yang lebih profesional dan terpercaya.
Ia menyampaikan bahwa tujuan utama dari pemilihan agen perubahan ini adalah untuk meningkatkan integritas dan akuntabilitas organisasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong tumbuhnya budaya antikorupsi serta transparansi di setiap lini kerja.
Lebih lanjut, Mukotip menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari komitmen reformasi birokrasi.
Dengan adanya agen perubahan, diharapkan mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan berintegritas.
“Melalui agen area perubahan Zona Integritas, kita berharap akan lahir figur-figur teladan yang mampu menjadi contoh serta memotivasi unit kerja lainnya untuk terus meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Menurutnya, agen perubahan bukan sekadar simbol, tetapi motor penggerak yang diharapkan mampu menumbuhkan budaya kerja yang berintegritas. “Melalui agen area perubahan Zona Integritas, kita berharap akan lahir figur-figur teladan yang mampu menjadi contoh serta memotivasi unit kerja lainnya untuk terus meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para calon agen perubahan memaparkan berbagai inovasi unggulan yang dinilai kreatif dan solutif.
Ahmad Nabawi, S.Pd menghadirkan inovasi Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Legalitas Usaha, sementara Ahmad Munir, S.H.I mengusung Pari Ketan (Pelayanan Keagamaan yang Ramah dan Inklusif untuk Kelompok Rentan).
Inovasi berbasis digital juga menjadi sorotan, seperti yang dipresentasikan Mohamad Akyas, S.H. melalui MI GEKA KAPITAL (Madrasah Ibtidaiyah Gunungkidul Cakap Digital) serta Endarti, S.Pd.I dengan Media Pembelajaran Digital Berbasis Aplikasi Prezi.
Sementara itu, Jumrotul Ngatiqoh, S.Kom.I menawarkan solusi melalui Optimalisasi Pelayanan KUA di Tengah Keterbatasan SDM melalui Peran Ganda Penyuluh Agama.
Masduqi, S.Ag. memperkenalkan DIGDAYA (Digitalisasi Dokumen Data Nikah KUA Gunungkidul), dan Mukhlis Fajar Taufik, S.H.I menghadirkan SAPA-IN Rongkop (Sarana Pelayanan Administrasi dan Informasi Online KUA Rongkop).
Beragam inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kinerja organisasi sekaligus memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan berkualitas kepada masyarakat.(sgt)
Penulis : Sigit
Editor : Putri HS