Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) -- Kajian rutin Kitab Akhlak lin Banin Hari Rabu (15/2/2023) atau pekan ke-2 bulan Februari 2023 di MIN 1 Gunungkidul berlanjut dengan pokok bahasan terkait kepedulian dan kesungguhan. Kajian kitab yang dibimbing oleh Mohamad Akyas, SH., itu memulai kajian dengan sebuah cerita.
Suatu waktu, Ahmad dan ayahnya sedang berjalan-jalan di sebuah taman. Di taman tersebut Ahmad melihat bunga mawar yang indah sekali, namun dalam keindahan bunga mawar tersebut ada hal yang membuat Ahmad tertarik untuk menanyakan kepada ayahnya. “Ayah, bunga mawar di taman ini indah sekali, tapi sayang, batangnya bengkok,” kata Ahmad. “Mengapa bisa begitu ayah?,“ tanya Ahmad. Sang ayah kemudian menjawab, “Wahai anakku, bunga mawar yang indah itu bengkok batangnya, karena tukang kebun kurang peduli dan tidak berusaha membuat batang bunga itu lurus sejak kecil,". “Oh, begitu ya Ayah?,” timpal Ahmad. “Iya, Nak“ jawab ayahnya.
Dari dialog dalam kitab Akhlak lil Banin tadi dapat disimpulkan bahwa, kepedulian dan kesungguhan untuk membenahi sesuatu yang dikhawatirkan tumbuh menjadi tidak baik itu sangat penting dilakukan sejak awal atau sejak dini. Dalam konteks bunga mawar tadi, andai tukang kebun peduli dan sejak kecil sudah mengantisipasi dan melakukan upaya supaya bunga tegak berdiri, tentu bunga mawar itu tidak akan bengkok seperti saat ini. Kelanjutan bahasan terkait kisah ataupun cerita bunga mawar tadi akan dilanjutkan pada bahasan di hari Rabu, pekan ke-3 mendatang.
Kegiatan rutin kajian Kitab Akhlak lil Banin di MIN 1 Gunungkidul rutin diadakan setiap hari Rabu. Kegiatan ini didahului dengan salat duha berjamaah, membaca Surat Yasiin dan membaca Asmaul Husna secara bersama. Kegiatan diikuti seluruh guru, karyawan dan siswa MIN 1 Gunungkidul dipimpin langsung Kepala MIN 1 Gunungkidul, Fuatul Khakim, S.Pd,I., MSI. Dalam pernyataanya, Fuatul mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan mandatori dari Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kab. Gunungkidul. Namun begitu, bukan hanya karena faktor mandatori tadi MIN 1 Gunungkidul melakukan kegiatan tersebut. “Kegiatan Rabu pagi ini adalah kegiatan yang kaya akan makna spiritual, oleh karenanya kami akan terus istiqomah menjalankan program ini, agar relasi spiritual kami dengan Allah, Tuhan Yang Maha Esa akan senantiasa terjaga,” demikian Fuatul mengakhiri pernyataanya. (fh/fkn)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti