Kajian Akhlak Lil Banin Warnai Gebyar Ramadan Hari Kedua di MTsN 1 Gunungkidul

  Rabu, 03 April 2024    Bacakan Berita     98 
Foto Kajian Akhlak Lil Banin Warnai Gebyar Ramadan Hari Kedua di MTsN 1 Gunungkidul

Playen (MTsN 1 Gunungkidul) -- Barang siapa yang membiasakan sesuatu (di waktu mudanya), maka ia akan terbiasa melakukannya (di masa tuanya). Kalimat pepatah Arab ini mungkin adalah motivasi yang paling tepat dalam melaksanakan kegiatan rutinitas pagi yaitu jamaah salat duha dan kajian Kitab Akhlaq lil Banin di MTsN 1 Gunungkidul. Setiap pagi, MTsN 1 Gunungkidul mengadakan kegiatan jamaah salat duha dan kajian Kitab Akhlaq lil Banin . Kegiatan yang diikuti seluruh civitas MTsN 1 Gunungkidul ini dilaksanakan di lapangan Madrasah. Seluruh Siswa-siswi, dewan Guru serta Pegawai turut serta dalam kegiatan tersebut.  Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 07.15 WIB, diawali dengan salat duha dan dilanjutkan dengan kajian kitab Akhlaq lil Banin. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari mulai hari Selasa sampai Jum’at. Khusus hari senin dilaksanakan kegiatan upacara Bendera.

Kepala MTs Negeri 1 Gunungkidul, H. Muthohar S.Ag dalam sambutannya mengatakan, “Salat duha merupakan salah satu salat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Dengan membiasakan mengerjakan salat duha secara terprogram diharapkan bisa menumbuhkan dan membentuk karakter disiplin, karena para peserta didik akan membiasakan diri untuk disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Shalat dhuha sebagai pembentukan karakter peserta didik ialah pelaksanaannya yang dilakukan sesuai jadwal, dan tepat waktu, dilakukan secara terus menerus secara konsisten. Waktu pelaksanaannya yang terprogram dan terjadwal inilah yang akan membentuk karakter disiplin peserta didik. Karena peserta didik akan terbiasa mengikuti pembiasaan salat duha sesuai jadwal yang telah ditentukan," terangnya. “Kitab akhlaq lilbanin ini menjelaskan tentang akhlak atau tata cara bersikap, berbuat dan bersosialisasi dengan masyarat, dimana seorang anak atau remaja dididik agar menghargai keluarga, teman serta semua orang yang berinteraksi dengannya”, tambahnya

Lebih jauh beliau menambahkan Pembiasaan salat duha di bulan suci Ramadan ini lebih dimantapkan lagi dilakukan agar peserta didik terbiasa melakukanya. Kemudian akan ketagihan dan menjadi tradisi yang sulit untuk ditinggalkan dalam hidupnya sehingga peserta didik memiliki karakter yang disiplin dari pembiasaan salat duha yang dilakukan di Madrasah. Karakter disiplin mempunyai nilai yang sangat penting untuk membentuk pribadi peserta didik yang taat aturan tata tertib sekolah. Jika seluruh warga sekolah menerapkan disiplin dengan baik, hal ini akan menjadi wujud suatu kehidupan yang disiplin yang baik di sekolah yang berimbas di kehidupan masyarakat pada umumnya. (jsp)

Penulis : MTsN Gubukrubuh/MTsN 1

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul