Makkah (Kemenag Gunungkidul) - Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang membimbing jemaah haji Kabupaten Gunungkidul kloter 47 SOC, H. Mutohar S.Ag MA menerangkan bahwa pada Ahad (2/7/2023) bus shalawat sudah mulai beroperasi kembali.
Mutohar mengungkapkan, untuk merampungkan serangkaian tahapan ibadah haji kloter 47 SOC, sebagaimana hasil keputusan rapat evaluasi Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) dan konsolidasi ifada (Ifadhah dan Wada') yang telah disusun bersama dengan Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu), maka mulai hari ini jemaah melaksanakan rukun haji yang terakhir, yaitu tawaf ifadhah dan sa'i, dimulai dari jemaah yang sehat, terutama yang WUS (Wanita Usia Subur), sembari menunggu suasana senggang untuk mengantar jemaah yang berkebutuhan khusus, yakni jemaah risti dan kursi roda.
“Kami rencanakan bagi jemaah risti akan didampingi dengan menggunakan skuter matik. Data yang kami peroleh dari Karu dan Karom bahwa jemaah yang akan menggunakan fasilitas skuter matik mencapai 48 unit dengan pengendara masing-masing dua orang. Hal ini dilakukan mengingat kondisi kesehatan jemaah belum sepenuhnya pulih pasca Armina,” kata Mutohar di Makkah.
“Kami selalu mohon doa kepada masyarakat Gunungkidul, semoga selalu dikaruniai kesehatan dan kelancaran hingga pulang ke tanah air tetap utuh dan mabrur,” pungkasnya. (mth/and)
Penulis : Andi Eko
Editor : Siti Nurafrianti