Jemaah Haji Gunungkidul Mulai Ikuti Pengukuran Kebugaran

  Jumat, 21 Februari 2020    Bacakan Berita     269 
Foto Jemaah Haji Gunungkidul Mulai Ikuti Pengukuran Kebugaran

Gunungkidul (Kankemenag) - Untuk memastikan kebugaran jemaah haji Kabupaten Gunungkidul keberangkatan tahun 1441 H/ 2020 M, Seksi Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul melaksanakan pengukuran kebugaran bagi 383 jemaah di GOR Handayani selama dua hari, yaitu Jumat (21/2/2020) untuk 137 jemaah dan Sabtu (22/2/2020) untuk 246 jemaah.

Kegiatan yang dipandu oleh Tim Kebugaran dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan fisik dari jemaah haji Kabupaten Gunungkidul.

Usai dilakukan pengukuran kebugaran, jemaah diberi arahan berupa tips dan cara menjaga kesehatan dan kebugaran, sehingga jemaah haji betul-betul siap dalam melaksanakan ibadah haji ke tanah suci.

Tumiyat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari Kementerian Kesehatan untuk mempersiapkan jemaah haji, sehingga betul-betul siap menjalankan ibadah haji dan menjadi haji yang mabrur.

"Penyelenggaraan ibadah haji merupakan tanggung  jawab pemerintah dalam berbagai kebutuhan. Ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan secara fisik dan mental. Maka dalam hal kesiapan secara fisik yang meliputi kesehatan dan kebugaran menjadi tanggung jawab kita semua," tegasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh seksi PHU Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul untuk memantau tingkat kehadiran jemaah.

Dihubungi terpisah, menurut Kepala Seksi PHU Kemenag Gunungkidul Zuhdan Aris, ibadah haji merupakan salah satu ibadah fisik yang memerlukan waktu cukup lama dan bertempat di luar negeri yang memiliki kondisi lingkungan berbeda dengan Negara Indonesia, sehingga memerlukan kondisi tubuh yang bugar. Untuk mendapatkan kondisi tubuh yang bugar, jemaah haji harus mempersiapkan jauh-jauh hari dengan cara berlatih fisik.

"Melalui pengukuran kebugaran ini diharapkan dapat diketahui secara dini kondisi kesehatan jemaah haji, karena  untuk mewujudkan istithaah kesehatan jemaah haji perlu pembinaan dan pelayanan kesehatan agar setiap jemaah haji dapat memenuhi syarat istithaah kesehatan haji dan dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar, aman, dan tetap bugar sehingga dapat mencapai haji  yang mabrur," imbuh Zuhdan Aris.

Penulis : Andi Eko

Editor : Irwan Fajar

Facebook Kemenag Gunungkidul