Jelang Pilkada, Kepala Kemenag Gunungkidul Ingatkan Netralitas ASN pada Syawalan Penyuluh Agama Islam

  Rabu, 08 Mei 2024    Bacakan Berita     213 
Foto Jelang Pilkada, Kepala Kemenag Gunungkidul Ingatkan Netralitas ASN pada Syawalan Penyuluh Agama Islam

Wonosari (Kemenag Gunungkidul) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Drs. H. Sa’ban Nuroni MA mengingatkan terkait netralitas ASN, mengingat beberapa waktu mendatang akan ada Pilkada. 

“Sebentar lagi akan Pilkada, kemarin saat apel, pembina apel menyampaikan untuk kita semua agar menjaga netralitas. Besok tidak boleh lagi berpose jari sebagai salah satu bentuk kita netral,” kata Sa’ban ketika memberikan pembinaan pada kegiatan Syawalan Penyuluh Agama Islam Kabupaten Gunungkidul di RM Ayam Goreng Pak Parman, Rabu (8/5/2024).

“Kedua, masjid dan tempat ibadah lainnya jangan sampai dijadikan sebagai tempat untuk berkampanye. Jadi mohon saya dibantu untum pengamanan tempat-tempat ibadah,” imbuhnya.

Selanjutnya Sa’ban berpesan kepada para penyuluh untuk dapat mengenalkan tentang moderasi beragama kepada kelompok binaannya. “Karena moderasi beragama adalah suatu alat untuk kita bisa hidup rukun, harmonis dan damai walaupun antara kita itu berbeda. Yakin terhadap kebenaran atau pahamnya sendiri, tapi kita tidak boleh menyalahkan paham orang lain,” tutur Sa’ban.

Sebelumnya, Kepala Seksi Bimas Islam H. Zuhdan Aris S.Ag MA menyampaikan, sebagai ujung tombak dari Kementerian Agama, penyuluh memiliki fungsi informatif dan edukatif, yaitu memberikan informasi, pembinaan dan penyuluhan kepada kelompok binaannya.

“Sebagai fungsi informatif dan edukatif harus memberikan informasi yang benar, tepat dan mendidik kepada masyarakat,” pesan Zuhdan.

Selain informatif dan edukatif, Zuhdan mengatakan penyuluh juga mempunyai fungsi sebagai konsultatif. “Meskipun jumlahnya masih sedikit, kita harapkan untuk memberikan solusi kepada masyarakat yang ada permasalahan,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Zuhdan juga berharap kepada seluruh penyuluh untuk aktif berperan dalam hal cegah dini konflik. Harapannya, masalah yang ada dapat ditangani dan diselesaikan tanpa menjadi konflik besar. (sna)

Penulis : Siti Nurafrianti

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul