Wonosari (MI YAPPI Baleharjo) - Mengawali tahun pelajaran 2025/2026, MI YAPPI Baleharjo (MIYARJO) menggelar kegiatan pembukaan yang berbeda dan penuh makna melalui program "Jaksa Masuk Madrasah/Sekolah". Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara madrasah dengan Kejaksaan Negeri Gunungkidul, bertujuan untuk menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada para peserta didik.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Subseksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Gunungkidul, Jaksa Heri Setiawan SH MH yang memberikan pembekalan berupa edukasi hukum, motivasi, serta pesan-pesan penting terkait perlindungan diri kepada para siswa.
Dalam sambutannya, Jaksa Heri menekankan pentingnya menjaga pergaulan di lingkungan sekolah agar tidak menjadi korban maupun pelaku bullying serta kekerasan seksual terhadap anak. Ia mengajak para siswa untuk berani berbicara dan melapor kepada guru maupun orangtua jika menemukan tanda-tanda adanya tindakan yang mencurigakan atau membahayakan. "Jangan takut berbicara jika melihat atau mengalami perundungan. Laporkan kepada guru dan orangtua agar bisa segera ditindaklanjuti," ujarnya
Selain menyampaikan materi, Jaksa Heri secara simbolis juga membuka kegiatan Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama) dengan menyematkan kartu identitas (ID card) kepada salah satu peserta didik baru. Momen ini menjadi tanda dimulainya proses pengenalan lingkungan madrasah bagi siswa kelas I.
Kepala MI YAPPI Baleharjo menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi Kejaksaan Negeri Gunungkidul dalam memberikan pemahaman hukum secara langsung kepada siswa. “Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang sadar hukum, disiplin, dan memiliki karakter unggul,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, program "Jaksa Masuk Madrasah" diharapkan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan hukum di sekitarnya.
Penulis : Madrasah
Editor : Putri HS