Ikuti Bimtek Pengolahan Sampah Mantapkan MIN 7 Gunungkidul Menuju Madrasah Adiwiyata Tingkat Kabupaten

  Kamis, 08 Mei 2025    Bacakan Berita     21 
Foto Ikuti Bimtek Pengolahan Sampah Mantapkan MIN 7 Gunungkidul Menuju Madrasah Adiwiyata Tingkat Kabupaten
Sesi Bimtek Pengolahan Sampah Organik; Eco Enzyme di Laboratorium SMA N 2 Wonosari

Wonosari (MIN 7 Gunungkidul) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan SMAN 2 Wonosari (SMADA Widyatama) menyelenggarakan Bimbingan Teknis pengolahan sampah organik dan anorganik berdasarkan Surat Edaran Dinas Lingkungkan Hidup Kabupaten Gunungkidul nomor 600.8.15.2/71/2025. SMAN 2 Wonosari dalam kesempatan kali ini ditunjuk sebagai pendamping untuk membantu menyukseskan program tersebut karena SMADA Widyatama merupakan salah satu kader Adiwiyata Mandiri yang telah mendapatkan penghargaan tingkat nasional.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan satuan pendidikan menuju penilaian Madrasah Adiwiyata tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan bulan Mei-Juni 2025 ini. Bimtek diikuti oleh perwakilan dari 13 satuan pendidikan se-Kabupaten Gunungkidul. Salah satu peserta yang turut serta adalah MIN 7 Gunungkidul, dengan mengirimkan empat orang perwakilan terdiri dari guru dan tenaga kependidikan (tendik) sebagai tim Adiwiyata madrasah.  

Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul, Dwi Wiyani ST M.Eng dalam sambutannya menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat khususnya madrasah/sekolah dalam pengelolaan sampah untuk keberlangsungan lingkungan hidup. 

SMAN 2 Wonosari, sebagai pendamping kegiatan, berbagi pengalaman sukses meraih Adiwiyata Mandiri. Purwanti,S.Pd selaku Direktur Adiwiyata SMAN 2 Wonosari menyatakan siap mendukung sekolah lain, termasuk madrasah, melalui transfer pengetahuan dan praktik terbaik pengelolaan sampah dan lingkungan. 

Bimtek juga dihadiri dari beberapa komunitas lain yang telah berafiliasi dengan DLH meliputi Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) dan praktisi lingkungkan yang tergabung dalam Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) organisasi atau jaringan yang fokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Salah satu perwakilan MIN 7 Gunungkidul, Samirah, S.Pd.,SD mengapresiasi kegiatan ini. Kami mendapat wawasan baru, terutama cara mengoptimalkan sampah menjadi bernilai ekonomi. Eco Enzyme akan kita coba terapkan untuk memperkuat program Adiwiyata di madrasah,” tuturnya.   

Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi madrasah dan sekolah peserta untuk mempersiapkan dokumen sekaligus aksi lingkungan sebagai persyaratan Adiwiyata. DLH Gunungkidul berencana melakukan pendampingan lanjutan, termasuk monitoring ke madrasah/sekolah peserta untuk memastikan kegiatan aksi lingkungan dapat diimbaskan dengan baik di satuan pendidikan masing-masing. 

Dengan semangat kolaborasi, bimtek ini diharapkan mampu memperkuat jejaring satuan pendidikan peduli lingkungan serta mendorong terwujudnya Gunungkidul sebagai kabupaten yang berkelanjutan.  (PH)

Penulis : MIN Patuk/MIN 7

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul