Hikmah Syawal Dalam Pengajian Rutin Keluarga Besar MTsN 8 Gunungkidul

  Minggu, 20 April 2025    Bacakan Berita     54 
Foto Hikmah Syawal Dalam Pengajian Rutin Keluarga Besar MTsN 8 Gunungkidul
Foto bersama keluarga besar MTsN 8 Gunungkidul usai pengajian

Wonosari (MTsN 8 Gunungkidul) - Nuansa Syawal masih menyelimuti pengajian rutin keluarga besar MTsN 8 Gunungkidul pada Sabtu (19/5/2025) di kediaman Endang Supeni S.Pd M.Pd Ledoksari, Wonosari, Gunungkidul. Seluruh guru dan tenaga kependidikan bersama dengan keluarga menjadi satu dalam kajian yang disampaikan oleh Ustaz H. Hadi Munawar, S.Pd. 

Pengajian rutin tersebut tidak sekedar memenuhi dan menjalankan program madrasah, akan tetapi lebih kepada memupuk dan mempererat rasa kekeluargaan melalui silaturahmi. Dalam kesempatan tersebut acara diawali dengan ikrar Syawal sebagai bentuk permohonan maaf kepada sesama dan dilanjutkan dengan inti pengajian Syawal.

Plt. Kepala MTsN 8 Gunungkidul, Kendah Romi Widiyastuti S.Pd M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum pengajian tersebut menjadi salah satu ajang silaturahmi, untuk itu diharapkan semua bisa menghadirinya. 

Adapun kajian yang disampaikan oleh Hadi Munawar adalah mengenai pesan pada akhir Surah Al-Baqarah ayat 185, yakni tentang spiritualitas dan tujuan dari ibadah puasa di bulan Ramadan. Allah berfirman, dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa salah satu bentuk nyata dari syukur atas petunjuk Allah adalah dengan bertakbir, yaitu mengagungkan dan membesarkan nama-Nya, terutama ketika menyempurnakan ibadah seperti puasa. 
Petunjuk yang dimaksud dalam ayat ini bisa dipahami lebih dalam melalui Surah Al-An’am ayat 125, di mana Allah menggambarkan bahwa siapa yang dikehendaki-Nya mendapat petunjuk, maka Allah akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Hati yang lapang adalah simbol penerimaan yang tulus terhadap hidayah dan kebenaran. Ketika seseorang mampu menjalani puasa dengan penuh keikhlasan dan merasakan ketenangan batin, hal itu sejatinya adalah buah dari hati yang telah dilapangkan oleh Allah untuk menerima petunjuk-Nya.

Selaras dengan itu, Surah Al-Insan ayat 3 menguatkan bahwa manusia telah diberikan petunjuk, dan tinggal memilih antara bersyukur atau kufur. Maka, puasa ramadan bukan hanya latihan menahan lapar dan haus, tetapi juga latihan untuk menjadi hamba yang bersyukur atas nikmat hidayah dan kesempatan untuk mendekat kepada Allah. Orang yang bersyukur akan menyadari bahwa semua kebaikan, termasuk kemampuan menjalankan ibadah, adalah karena rahmat dan petunjuk dari-Nya.

Dengan hikmah Syawal yang diikuti ini diharapkan warga madrasah dapat mengambil intisari dan menambah kekuatan dalam bekerja, berkarya, dan beribadah. (mmn) 

Penulis : MTsN Karangmojo/MTsN 8

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul