Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) – Siswa dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gunungkidul mengadakan kegiatan Tadabur Alam di Watu Gajah pada hari Jumat pagi (17/2/2023). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 sampai 6, guru dan karyawan MIN 1 Gunungkidul. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati dan mengenang Isra Mikraj, peristiwa penting dalam agama Islam di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke langit ke tujuh. Dalam kegiatan tadabur alam ini, siswa, guru dan karyawan MIN 1 Gunungkidul berusaha untuk lebih memahami makna dari peristiwa Isra Mikraj dengan memperhatikan dan mempelajari alam sekitar.
Disambut cuaca pagi yang cerah, peserta berupaya dengan gigih menaklukkan medan yang penuh tantangan menuju Watu Gajah. Meskipun harus menempuh perjalanan yang cukup terjal, menaiki bukit dan ketinggian, namun semangat untuk mengikuti kegiatan tadabur alam ini tidak terbendung oleh tantangan apapun. Siswa, guru dan karyawan antusias mengikuti kegiatan ini, mereka berjalan menyusuri jalan setapak di area persawahan menuju bukit Watu Gajah. Selama perjalanan dari dan ke Watu Gajah, siswa dan guru berdiskusi tentang makna Isra Mikraj dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mereka juga menikmati keindahan alam sekitar, memperhatikan binatang, tumbuhan, dan bebatuan di sekitar bukit. Mereka juga menimati pemandangan alam yang tampak terlihat dari puncak bukit, seraya mensyukuri karunia Allah yang maha indah ini.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Fuatul Khakim, S.Pd.I. M.S.I., menyatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati peristiwa Isra Mikraj dengan dimensi yang lain yaitu tadabbur alam. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendekatkan siswa dan kita semua dengan Allah SWT melalui karya atau ciptaan-Nya yang berupa alam semesta ini. Dengan kegiatan ini kita bisa menghayati atau mentadabburi alam raya yang maha luas dan maha indah ini, betapa Maha Besar-Nya Allah Dzat yang telah menciptakan alam raya ini, dan betapa kecilnya kita di hadapan Allah Sang Maha Pencipta. "Semoga kita semua selalu menyadari, bahwa kita hanyalah hamba yang tiada berharga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa," kata Fuatul. "Melalui kegiatan ini kita juga ingin mendidik anak-anak kita untuk merawat dan mencintai alam ini sebagai bhakti dan pengabdian kepada Allah SWT," demikian pungkas Fuatul. (fh/fkn/fad)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti