Hari Peduli Sampah Nasional 2025, MIN 7 Gunungkidul Aksi Nyata Gotong Royong Basmi Sampah

  Jumat, 14 Februari 2025    Bacakan Berita     49 
Foto Hari Peduli Sampah Nasional 2025,  MIN 7 Gunungkidul Aksi Nyata Gotong Royong Basmi Sampah
Muh. Widodo, M.Pd.I - selaku salah satu anggota tim Adiwiyata MIN 7 Gunungkidul sedang memandu pemilahan sampah

Patuk (MIN 7 Gunungkidul ) -- Faktanya dewasa ini sampah telah menjadi permasalahan yang cukup pelik di lingkungan sekitar kita. Berbagai macam aktivitas dari berbagai sektor tidak bisa dihindari untuk tidak memproduksi sampah. Hal tersebut juga tidak terkecuali dengan aktivitas yang ada di lingkungan madrasah pada seluruh jenjang.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini “bulan sampah” menjadi momentum sebagai gerakan berskala nasional untuk bahu membahu membersihkan negeri. Moment tersebut, diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang ditetapkan setiap tahun pada tanggal 21 Februari.

Melalui Surat Edaran Bupati Gunungkidul Nomor 11 Tahun 2025 Tentang Agenda Hari Peduli Sampah Nasional di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2025, kali ini MIN 7 Gunungkidul berpartisi dan berkontribusi secara nyata dengan melibatkan seluruh warga madrasah untuk melaksanakan kegiatan Jumat Bersih dengan tema “Kolaborasi Untuk Indonesia Bersih” pada Jumat (14/2/2025)

Kegiatan diawali dengan apel bersama sekaligus memberikan pemahaman pentingnya mengorganisasi sampah, mengurangi produksi sampah dan memberikan value terhadap sampah yang dihasilkan oleh warga madrasah. Hal tersebut juga sejalan dengan salah satu misi MIN 7 Gunungkidul yang memiliki visi madrasah dengan mengusung tagline SIMPATIK (Sehat, Islami, Prestasi Tinggi, Berwawasan Lingkungan).

Apel bersama dipimpin oleh Kepala MIN 7 Gunungkidul Sunaryanti, S.Pd.I. yang dalam amanatnya memaparkan pentingnya pemahaman akan permasalahan sampah. “Kegiatan ini memang telah rutin kita agendakan, namun kali ini bertepatan dengan momen dan sekaligus sebagai aksi nyata dalam memperingati hari sampah nasional. Mari selalu mengurangi sampah, membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenisnya dan selalu menjaga kebersihkan lingkungan," ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, semoga dapat memberikan dampak yang lebih jauh lagi terkait dengan pentingnya mengelola sampah dan memastikan sampah tidak menjadi masalah dikemudian hari. Sampah yang terkumpul telah dipilah secara langsung agar tidak memerlukan pekerjaan lebih banyak. Sampah organik kemudian ditampung ditempat khusus yang tersedia di madrasah yang akan diperuntukan sebagai pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik yang telah terkumpul selanjuntnya menunggu untuk diambil oleh tim sampah dari karangtaruna Desa Pengkok. (PH)

Penulis : MIN Patuk/MIN 7

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul