Ngawen (MIN 12 Gunungkidul) -- Kegiatan Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama hari kedua di MIN 12 Gunungkidul berlangsung dengan penuh semangat dari para peserta didik baru. Berbagai materi disampaikan bertujuan membentuk karakter siswa sejak dini, sekaligus membekali mereka dalam menyesuaikan diri di lingkungan madrasah.
Mengawali kegiatan, siswa mengikuti Orientasi Ibadah dalam Proses Belajar Mengajar, di mana mereka dikenalkan pentingnya niat, kedisiplinan, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah. Guru memberikan contoh praktis bagaimana siswa dapat menjaga nilai-nilai keislaman selama proses belajar di madrasah.
Selanjutnya, disampaikan Tata Tertib MIN 12 Gunungkidul, yang meliputi aturan berpakaian, kedisiplinan waktu, sikap sopan santun, dan etika penggunaan fasilitas madrasah. Penyampaian ini bertujuan membentuk kesadaran siswa akan tanggung jawab dan keteraturan dalam kehidupan sekolah.
Materi Akhlak dan Tata Krama juga menjadi fokus utama. Siswa diberi pemahaman tentang pentingnya bersikap santun kepada guru, pegawai, orangtua, serta teman sebaya. Tidak hanya itu, siswa juga dibekali wawasan mengenai etika dalam bermedia sosial, seperti menjaga ucapan, menghindari konten negatif, dan menggunakan media sosial secara bijak.
Untuk membantu siswa beradaptasi, guru menyampaikan cara menyesuaikan diri dalam mengikuti pembelajaran di madrasah, termasuk tips mengatur waktu belajar, memahami jadwal pelajaran, hingga cara bersosialisasi dengan teman-teman baru.
Isu perundungan juga menjadi perhatian dengan adanya sosialisasi tentang Bullying, yang disampaikan secara interaktif. Siswa diajak mengenali bentuk-bentuk bullying serta cara mencegah dan melaporkannya kepada pihak madrasah.
Sebagai penutup kegiatan hari kedua, siswa menyalurkan kreativitas melalui kegiatan menggambar dan mewarnai. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan imajinasi dan ekspresi seni siswa dalam suasana yang menyenangkan.
Kepala MIN 12 Gunungkidul, Subardi menyampaikan bahwa kegiatan Matsama tidak hanya sebagai ajang pengenalan madrasah, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai karakter islami, kedisiplinan, serta kreativitas sejak awal. “Kami berharap siswa baru dapat mengenal lingkungan madrasah dengan baik, menumbuhkan semangat belajar, serta menjadi pribadi yang berakhlak mulia,” pungkasnya.
Penulis : MIN Jurangjero/MIN 12
Editor : Putri HS