Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — Memasuki hari kedua pembelajaran pada pekan ini, MIN 1 Gunungkidul terus menguatkan pembiasaan Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Kegiatan penyambutan siswa di pintu gerbang madrasah pada Rabu, (14/1/12026) ini tidak sekadar menjadi rutinitas harian, tetapi merupakan strategi madrasah dalam membangun kesiapan mental dan emosional siswa sebelum mengikuti pembelajaran di kelas.
Konsistensi penerapan budaya 5S dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan iklim madrasah yang harmonis dan ramah anak. Lingkungan yang hangat dan bersahabat diyakini berpengaruh langsung terhadap kesiapan kognitif peserta didik. Melalui sapaan hangat para guru, tingkat ketegangan dan rasa cemas pada siswa dapat berkurang sehingga kondisi mental menjadi lebih rileks dan siap menerima materi pembelajaran secara optimal. Pembiasaan ini sekaligus memperkuat ikatan emosional antara siswa dan madrasah serta menjadi teladan nyata dalam berinteraksi secara santun.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, menegaskan pentingnya membangun suasana hati yang positif sejak siswa pertama kali memasuki lingkungan madrasah. “Ketika anak-anak datang dengan perasaan senang dan nyaman sejak di gerbang, maka proses belajar di kelas akan berjalan lebih ringan dan menyenangkan,” ungkapnya.
Kegiatan penyambutan siswa pada Rabu pagi tersebut dipimpin oleh guru piket, yaitu Hidayati, Jamiyatun, Yuwanto, dan Mohamad Akyas. Para guru menyambut kedatangan siswa dengan penuh semangat dan kehangatan, memastikan setiap anak memasuki madrasah dalam kondisi bahagia dan termotivasi.
Melalui pembiasaan ini, MIN 1 Gunungkidul berharap energi positif yang terbangun sejak pagi hari dapat terus terbawa hingga proses belajar mengajar di kelas, sehingga mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif dan berkarakter.
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Putri HS