Hadiri Pengimbasan Moderasi Beragama, Kepala Kemenag Gunungkidul Sampaikan Hal Ini

  Jumat, 17 Februari 2023    Bacakan Berita     194 
Foto Hadiri Pengimbasan Moderasi Beragama, Kepala Kemenag Gunungkidul Sampaikan Hal Ini

Ponjong (Kemenag Gunungkidul) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA., menghadiri kegiatan Pengimbasan Moderasi Beragama yang diselenggarakan MTsN 2 Gunungkidul di Lab IPA madrasah setempat, Kamis (16/2/2023).

Sa’ban mengatakan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga warga negara Indonesia harus senantiasa menjaga Empat pilar kebangsaan yang meliputi, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika bukan malah merusaknya dengan membawa ideologi lain. “Sebagai ASN tidak boleh merusak Empat pilar itu, justru harus menguatkannya,” tutur Sa’ban saat memberikan arahannya.

Lebih lanjut Sa’ban menyampaikan sebagai ASN Kementerian Agama harus mengetahui Tujuh Program Prioritas Kementerian Agama, dimana salah satunya adalah Penguatan Moderasi Beragama. Dimana moderasi beragama ini dianggap penting karena ada Tiga hal yang saat ini sedang berkembang dan menjadi tantangan. Pertama, berkembangnya cara pandang, sikap dan praktek yang berlebihan (ekstrem), yang mengesampingkan martabat kemanusiaan. “Maka yang perlu kita lakukan adalah memperkuat esensi ajaran agama dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Adapun tantangan Kedua adalah berkembangnya klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik berpotensi memicu konflik. Berbeda boleh namun mengklaim dirinya yang paling benar itu yang tidak boleh. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengelola keagamaan dengan belajar dan memperluas wawasan, karena menurut Sa’ban seseorang yang memiliki ilmu tidak akan mudah menyalah-nyalahkan.

Tantangan yang Ketiga adalah Berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI. Dan dengan Merawat Keindonesiaan harapannya dapat menjadi penawar dari tantangan ini.

Moderasi beragama merupakan perekat antara semangat beragama dan komitmen berbangsa. Di Indonesia, beragama pada hakikatnya adalah ber-Indonesia dan ber-Indonesia itu pada hakikatnya adalah beragama. Sa’ban berharap suasana moderasi beragama dapat terbangun di MTsN 2 Gunungkidul. “Semoga dengan semangat kebersamaan kita wujudkan Matsada diatas rata-rata,” kata Sa’ban bersemangat bersama dengan seluruh ASN MTsN 2 Gunungkidul. (sna)

Penulis : Siti Nurafrianti

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul