Wonosari (Kemenag Gunungkidul) – Tema Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama tahun ini adalah Transformasi Layanan Umat, sejalan dengan tema tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA, menjelaskan hal-hal yang menjadi tanda bahwa instansi sudah melakukan transformasi. “Ada lima tanda bahwa kita sudah melakukan transformasi layanan,” ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan Mujahadah, Senin (3/1/2022) siang.
“Pertama, harus berorientasi kepada kebutuhan masyarakat, apa yang masyarakat butuhkan, maka itu yang kita lakukan. Kedua, bertranformasi dari pasif menjadi aktif dan responsif. Selanjutnya, kita harus berada di tengah-tengah masyarakat, Kemenag harus hadir pada setiap problem masyarakat,” jelas Sa’ban.
Tanda selanjutnya adalah menjadi poros penggerak. “Tadinya kita berada di pinggiran, namun kemudian kita bertransformasi menjadi poros penggerak, kita semua harus mampu menggerakkan umat,” imbuhnya.
Dan yang terakhir adalah merubah yang awalnya activity oriented menjadi result oriented, “Jadi apa yang dihasilkan, apa buktinya kita itu melakukan kegiatan, jadi bukan hanya terlaksananya kegiatan, tetapi ada hasil dari kegiatan itu,” pungkasnya.
Mengakhiri sambutannya, Sa’ban mengajak semua ASN untuk mulai bertransformasi, dimulai dari diri sendiri, yang nantinya akan diikuti oleh rekan lainnya.
Mujahadah ini dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad, KH. A. Kharis Masduqi, yang diikuti oleh Kasubbag, Kasi dan Penyelenggara, Pengawas, serta segenap pegawai bawah atap di Lantai Dasar Masjid Agung Al Ikhlas, juga seluruh ASN di lingkungan Kemenag Gunungkidul yang menyaksikan secara daring via kanal Youtube Kemenag Gunungkidul.
Pada waktu yang bersamaan dengan pelaksanaan Mujahadah, para pegawai Kemenag Gunungkidul yang beragama Non Islam juga melakukan pembacaan kitab suci dan doa di Ruang Rapat Kantor setempat. (sna)
Penulis : Siti Nurafrianti
Editor : Andi Eko