Bantul (MTsN 8 Gununhkidul) -- Saat ini keberadaan Humas bagi sebuah instansi tidak hanya kebutuhan, namun merupakan motor penggerak yang dinamis. Program kegiatan dan rentetan prestasi seolah nir-makna jika tidak dipublikasikan. Demikian isi sambutan yang disampaikan pada acara FGD Kehumasan Kanwil Kemenag DIY yang diikuti oleh Rukmini, Guru MTsN 8 Gunungkidul. Dengan mengantongi surat tugas dari Kepala MTsN 8 Gunungkidul Rukmini menjadi satu-satunya peserta dari Kabupaten Gunungkidul yang mengikuti even tersebut. "Ini merupakan kesempatan langka bisa bersama dan jumpa darat dengan punggawa-punggawa kehumasan DIY dan penulis-penulis hebat yang biasanya hanya komunikasi lewat grup Whatsapp. Sayangnya satu, dari Gunungkidul pesertanya sangat minim," ungkapnya ketika menyampaikan kesan.
Selanjutnya kehumasan kanwil melontarkan pledoi bahwa acara ini memang dikhususkan untuk yang semangat menulis. "Gunungkidul seluas itu yang mau dan semangat nulis hanya satu, maka kesempatan itulah yang digunakan," tandas Bramma, Humas Kanwil DIY. Kegiatan yang dihelat di Aula MAN 4 Bantul ini dilanjutkan dengan launching buku Kado 77 Tahun Kementerian Agama yang ditulis oleh peserta FGD. Total 54 peserta yang berasal kehumasan kanwil DIY beserta peserta dari lima kabupaten /kota. Satu judul tulisan "Masihkah Dipandang Sebelah Mata" adalah persembahan dari guru MTsN 8 Gunungkidul, setidaknya untuk mewarnai buku tersebut agar lebih bercorak. Selain Kakanwil, narasumber kegiatan ini hadirkan Miftachul Huda, Direktur Penerbit Samudra Biru yang menyampaikan Kekuatan Sosial Media: Ubah Insecure Jadi Influenzer (Instagram). Menyadari bahwa menjadi guru zaman sekarang terpaksa harus melek digital agar tidak ditinggal siswanya. (mmn)
Penulis : MTsN Karangmojo/MTsN 8
Editor : Siti Nurafrianti