Guru MTsN 1 Gunungkidul Ikuti FGD dan Bedah Film Pendek Islami

  Kamis, 07 Maret 2024    Bacakan Berita     218 
Foto Guru MTsN 1 Gunungkidul Ikuti FGD dan Bedah Film Pendek Islami

Yogyakarta (MTsN 1 Gunungkidul) -- Tim Humas MTsN 1 Gunungkidul mendapatkan kehormatan untuk mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dan Bedah Film Pendek Islami pada Rabu (6/3/2024). Ketua panitia, Dra. Uswatun Khasanah memaparkan latar belakang diadakan acara ini adalah yang dibawah Kemenag untuk menyiarkan Islam diera generasi Z dengan Film Islami. Memanfaatkan digital untuk menggali potensi, wawasan, ilmu terkhusus generasi milenial dan Z untuk menyiarkan agama dalam rangka bersyiar. 

FGD dan bedah film pendek islami ini juga di buka oleh H. Nur Huda, S.Ag., MSI., Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Pemerdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag DIY. Nur Huda juga memaparkan digitalisasi sudah menjamur semua kehidupan. "Kami berharap FGD dan bedah film islami ini bukan akhir perfilman di naungan kemenag tetapi awal perfilman yang menyiarkan Islam. Kami berharap Madrasah aktif dalam perfilman terutama dengan tema moderasi beragama. Moderasi beragama cara untuk mempersatukan kebhinekaan Indonesia," ungkapnya.

Acara ini juga menghadirkan narasumber yang luar biasa. Narasumber yang pertama ada Dwi Sujanti Nugraheni, beliau banyak terjun di LSM baik di Yogyakarta maupun di Internasional. Beliau aktif dalam penyelenggaraan film dokumenter di Yogyakarta sejak 2003 dan masih banyak lagi yang beliau ikuti. Beliau memaparkan film sebagia alat penyadaran masyarakat dan advokasi. Menurut beliau Kemenag bagus mengadakan acara FGD dan bedah film Islami ini karena membuat film, khususnya film dokumenter memerlukan riset yang lama. Jika ingin membuat film dokumenter moderasi beragama juga menggunakan riset, bisa dengan wawancara dengan ahli atau mengobservasi tujuan yang akan di buat selama berhari hari berminggu minggu bahkan berbulan bulan sehingga akan mempunyai film dokumenter berkualitas baik. 

Narasumber yang kedua juga tidak kalah berkualitas, beliau bernama Agni Tirta. Beliau menjabat sebagai ketua filmaker Yogyakarta serta pernah bekerja sama dengan sutradara terkenal Hanung Bramantyo. Bang agni memaparkan setiap orang pasti mempunyai pengalaman yang hanya kalian sendiri yang mengetahuinya sehingga bisa dijadikan sebuah karya.

Narasumber yang ketiga juga tidak kaleng kaleng beliau adalah Budi Dwi Arifyanto lulusan ISI, sekarang menjadi dosen di UMY dan beliau juga membuat film 2014 regional karakter budaya. Menurutnya semua orang dapat membuat film meskipun dengan dana dan kamera seadanya, disini Budi menekankan yang penting mempunya konsep film tersebut. Budi juga mengajarkan peserta FGD dan bedah film islami mengambil gambar dari berbagai arah dan sinematografi yang bagus. (IKZ) 

Penulis : MTsN Gubukrubuh/MTsN 1

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul