Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Komitmen terhadap program Adiwiyata di MIN 1 Gunungkidul kembali teruji saat seluruh keran air di madrasah mati pada Jumat (22/8/2025) pagi, meskipun tandon air dalam kondisi penuh. Berkat kesigapan tim guru, masalah ini berhasil diatasi dengan cepat.
Kejadian bermula saat seluruh keran di madrasah tidak mengeluarkan air. Beberapa guru dan tenaga kependidikan pun segera melakukan investigasi. Mereka langsung mengidentifikasi masalahnya: sebuah sumbatan pada pipa tandon yang terletak di ketinggian 7 meter. Masalah serupa diketahui pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, sehingga diagnosis dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Tanpa menunggu lama, tim langsung bertindak. Dengan bantuan guru dan tenaga kependidikan lainnya, Yuwanto, S.Or dan timnya segera mengeksekusi perbaikan. Ia bahkan harus menyelam ke dalam tandon untuk mengganti pipa yang tersumbat dengan pipa baru.
Berkat kerja sama tim yang solid dan pemahaman yang baik tentang sistem instalasi air di madrasah, perbaikan berhasil diselesaikan dalam waktu singkat. Air kembali mengalir normal, memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan lancar dan mendukung program konservasi air yang menjadi bagian dari Adiwiyata. Kejadian ini menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian dan kerja sama tim dapat menjaga keberlanjutan fasilitas madrasah. (Risdiy)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Putri HS