Guru MIN 1 Gunungkidul Ikuti Pengantar Seleksi Tahap 3 Soal AKMI

  Rabu, 16 Februari 2022    Bacakan Berita     265 
Foto Guru MIN 1 Gunungkidul Ikuti Pengantar Seleksi Tahap 3 Soal AKMI
Kegiatan Pengantar Seleksi Penyusun Soal AKMI Tahap 3 Tahun 2022

Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Tahap seleksi penulisan soal AKMI tahun 2022 telah memasuki tahap ketiga. Sebelumnya, 3.762 peserta lolos di tahap kedua dan saat ini menjadi 1.625 peserta yang lolos seleksi ke tahap tiga. Bagi peserta yang telah mengumpulkan penugasan pada tahap kedua namun tidak lolos ke tahap berikutnya, panitia memberikan sertifikat penghargaan yang dapat di unduh melalui spreadsheet utama Seleksi AKMI. Panitia memberikan pengantar sebagai petunjuk kepada peserta yang lolos terkait dengan penugasan sebagai syarat untuk lolos ke tahap berikutnya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin (14/2/2022) secara daring melalui kanal Zoom Meeting Madrasah Reform dan kanal YouTube AKMI Kemenag. Acara dimulai pada pukul 19:30 WIB dan berlangsung selama dua jam. Penny Persahini Sidik selaku Tim Komponen 2 - MEQR menjabarkan dari 3.762 peserta yang lolos tahap tiga memiliki tugas yang sama dengan seleksi tahap 2. Lebih utamanya peserta diminta untuk berkonsentrasi pada penyusunan berbasis literasi bukan teori. Peserta tidak perlu membuat narasi karena telah disediakan oleh panitia, sehingga yang diperlukan hanya membuat butir soal dengan bentuk pilihan ganda, benar salah, isian singkat, menjodohkan dan pilihan ganda kompleks.

Terkait dengan keikutsertaan guru MIN 1 Gunungkidul dalam seleksi AKMI tahap 3 ini Fuatul Khakim, S.Pd.I. MSI selaku Kepala MIN 1 Gunungkidul berpesan untuk senantiasa memperhatikan detail yang diminta oleh panitia. "Silakan lakukan eksplanasi fenomena, bagaimana cara mengenalkan fenomena yang ada ke dalam butir soal. Dorong anak-anak untuk mengenal dirinya, orang tuanya dan menjaga lingkungan," ucapnya.

Fuatul menambahkan, ketika menyusun soal sedapat mungkin menghindari pertanyaan maupun pernyataan yang bersifat mengingat atau teoritis saja. "Kuatkan pembiasaan keterampilan agar anak anak madrasah terbiasa berpikir kritis," pungkasnya. (fad/tsa/yas)

Penulis : MIN Ngawen/MIN 1

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul