Wonosari (Kemenag Gunungkidul) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Drs. H. Sa’ban Nuroni MA mengatakan bahwa Guru Bimbingan dan Konseling memiliki peran yang sangat strategis dan penting bagi perkembangan peserta didik dimasa mendatang.
Hal ini disampaikan Sa’ban saat menjadi narasumber pada Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang diselenggarakan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Gunungkidul di Aula Lantai 3 Bank Daerah Gunungkidul, Selasa (26/9/2023).
“Pemuda hari ini adalah para pemimpin di masa yang akan datang. Kita mengharapkan semua peserta didik memahami dan mengembangkan potensi yang ada, sehingga akhirnya mencapai yang dicita-citakan. Semuanya itu tidak lepas dari peran Guru Bimbingan dan Konseling di masing-masing madrasah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Sa’ban menerangkan indikator moderasi beragama, yaitu Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Penerimaan terhadap tradisi dan Anti kekerasan. “Moderasi beragama bukan mengajak mencampuraduk ajaran agama, melainkan menghargai keragaman agama dan tafsir kebenaran ajaran agama, serta tidak terjebak pada ekstremisme, intoleransi dan kekerasan,” katanya.
Sebelumnya, Ketua MGBK Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Gunungkidul Suharyuli Edy Pracaya S.Pd berharap kegiatan ini menjadi stimulan bagi Guru Bimbingan dan Konseling serta untuk meningkatkan keilmuan.
Narasumber lainnya adalah Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Gunungkidul H. Supriyanto S.Ag MSI dan Tuti Herawati S.Pd M.Pd. (and)
Penulis : Andi Eko
Editor : Siti Nurafrianti