Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — Gerhana Matahari Hibrid terjadi pada hari Kamis (20/4/2023). Dalam satu waktu dan di daerah yang berbeda terjadi dua macam gerhana yaitu gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total sekaligus. Namun untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, gerhana yang dapat diamati adalah gerhana matahari sebagian. Melansir berita Kanwil Kemenag DI Yogyakarta, gerhana dapat mulai diamati mulai pukul 09.26 WIB hingga pukul 12.16 WIB dengan total durasi waktu gerhana mulai kontak awal hingga akhir selama 2 jam.
Melihat cuaca yang mendukung pada saat pengamatan, siswa MIN 1 Gunungkidul melakukan pengamatan gerhana matahari dengan alat dan cara yang sederhana. Beberapa alat dan cara yang digunakan diantaranya: menggunakan saringan santan, celah genteng, celah daun, proyeksi kaca mobil hingga filter alami yaitu awan. Sebelumnya guru pendamping telah menghimbau bahwa dalam mengamati gerhana tidak diperkenankan melihat matahari secara langsung atau menggunakan alat yang tidak sesuai standar. Sehingga melalui diskusi bersama, siswa sepakat untuk mengamati gerhana matahari dengan proyeksi cahaya matahari melalui lubang atau celah.
Melalui praktik pengamatan gerhana matahari tersebut, siswa terlibat langsung dan belajar dari fenomena yang disaksikan. Gerhana merupakan fenomena yang bisa terjadi mulai 2 hingga 7 kali dalam setahun. Namun untuk tempat terjadinya berbeda-beda mengingat posisi bumi, bulan dan matahari yang senantiasa dinamis. Salah satu siswa MIN 1 Gunungkidul, Zahraa Jihaan Ramadhani mengungkapkan keasyikannya selama pengamatan. “Ternyata dari saringan kelapa saya bisa melihat gerhana matahari. Melalui lubang-lubang saringan saya tahu bentuk matahari yang tertutup oleh bulan karena gerhana,” ucapnya. Semoga siswa dapat mengambil hikmah dari peristiwa gerhana dan mengagungkan kuasa Allah SWT Sang Maha Pencipta Alam Semesta. (fkn)
Dokumentasi pengamatan siswa selengkapnya dapat disaksikan disini.
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti