Karangmojo (MTsN 8 Gunungkidul) -- Lingkungan MTsN 8 Gunungkidul dengan luas area tidak kurang dari dua hektare mempunyai peluang yang sangat banyak untuk mengembangkan diri dalam berbagai aspek. Salah satu yang sedang dilakukan adalah pemanfaatan lahan dengan gerakan menanam tanaman produktif jahe merah. Gerakan Penanaman 1000 Jahe Merah menjadi pilihan bagi MTsN 8 Gunungkidul untuk mengembangkan budaya mandiri sesuai dengan visi madrasah.
Madrasah menanam, mewarnai pagi di seputar MTsN 8 Gunungkidul dengan aktivitas kerja yang melibatkan seluruh stakeholder, Sabtu (14/11/2020). Para siswa yang diwakili oleh pengurus OSIS terlibat dalam proses penanaman. Mulai dari penyediaan media tanam hingga penanaman bibit jahe merah dapat dilakukan secara bersama. Begitu antusiasnya dalam melakukan kerja hingga dalam waktu sekejap 300 bibit jahe merah tertanam.
Selanjutnya untuk memenuhi target 1000 jahe merah proses penyediaan lahan, media tanam, bibit, dan perlengkapan lainnya terus dilakukan secara bertahap. “Proyek jahe merah ini akan kami lakukan secara bertahap, agar perawatannya lebih mudah. Dengan tambahan 300 batang jahe merah ini, berarti kita sudah memiliki 460 batang jahe merah yang siap tumbuh.” kata Ngatijan usai memberesi peralatannya.
Gerakan penanaman jahe merah ini memiliki harapan selain pemanfaatan lahan madrasah juga karena jahe merah dirasa memiliki prospek yang cerah di pasaran. Selain harganya yang relative bersaing, jahe merah dapat dimanfaatkan pula untuk bahan obat tradisional dan juga minuman yang menyegarkan. Gerakan penanaman 1000 jahe merah ini menjadi bagian dari bentuk kewirausahaan yang dapat dikembangkan di masyarakat. Melalui sosialisasi penanaman jahe terhadap siswa diharapkan mereka dapat mengembangkannya di lingkungan rumah masing-masing. (mmn)
Penulis : MTsN Karangmojo/MTsN 8
Editor : Siti Nurafrianti