Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — Wajah ramah dan suasana hangat menyambut setiap tamu yang melangkahkan kaki ke lingkungan MIN 1 Gunungkidul. Pada Kamis (29/1/2026) pagi, madrasah ini kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) sebagai penggerak utama semangat menuju terwujudnya visi dan misi madrasah.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, menegaskan bahwa budaya 5S bukan sekadar rutinitas atau formalitas belaka, melainkan fondasi pembentukan karakter bagi seluruh warga madrasah. Menurutnya, untuk mewujudkan madrasah yang unggul dalam prestasi dan berakhlak karimah, diperlukan suasana yang kondusif dengan pikiran yang jernih serta semangat yang terus menyala. Budaya 5S menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan energi positif melalui interaksi sehari-hari yang penuh penghargaan dan ketulusan.
Penerapan 5S secara konsisten memberikan dampak nyata, mulai dari terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan hingga tumbuhnya karakter rendah hati dan rasa saling menghormati. Melalui sikap sopan dan santun, siswa belajar menghargai guru, teman, dan siapa pun yang ditemui, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Keharmonisan hubungan antara guru, siswa, dan orangtua pun semakin erat karena terbangunnya suasana kekeluargaan yang terbuka dan penuh kehangatan.
“Budaya 5S adalah cara kita menggelorakan pikiran. Ketika anak-anak disambut dengan senyum dan sapaan yang tulus, hati mereka menjadi senang. Dari situlah energi positif muncul dan menjadi bahan bakar untuk belajar serta berkarya lebih baik,” ungkap Risdiyanto.
Implementasi budaya 5S tampak nyata setiap pagi saat para guru berdiri di gerbang madrasah menyambut kedatangan siswa dengan senyum, salam, dan sapaan hangat. Kebiasaan baik ini diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan madrasah, tetapi juga terbawa hingga ke rumah dan masyarakat, sehingga siswa MIN 1 Gunungkidul mampu menjadi teladan dalam akhlak dan sikap.
Dengan semangat 5S yang terus digaungkan, MIN 1 Gunungkidul melangkah mantap membuktikan bahwa keberhasilan akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan keluhuran budi pekerti.
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Putri HS