Ekosistem Moderasi Beragama Dibutuhkan Untuk Hindari Konflik di Masyarakat

  Rabu, 31 Juli 2024    Bacakan Berita     281 
Foto Ekosistem Moderasi Beragama Dibutuhkan Untuk Hindari Konflik di Masyarakat

Wonosari (Kemenag Gunungkidul) - Dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) SMK, pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMK (MGMP PAI SMK) Kabupaten Gunungkidul mengadakan Workshop Penyelarasan Kurikulum PAI dan Budi Pekerti yang diadakan Rabu (31/7/2024) di Gedung PLHUT Kemenag Gunungkidul.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Drs. H. Sa’ban Nuroni MA menyampaikan bahwa seorang ASN harus BerAKHLAK, yakni Berorinentasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Selain itu, Sa’ban menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan program pemerintah pusat yang menjadi program nasional dan menjadi program prioritas Kementerian Agama dalam program jangka panjang.

“Ekosistem moderasi beragama dibutuhkan karena keberagaman agama atau keyakinan merupakan sebuah realitas yang ada dalam kehidupan masyarakat. Tanpa adanya ekosistem moderasi beragama, perbedaan keyakinan dapat menjadi sumber konflik, ketegangan, dan kekerasan didalam masyarakat,” paparnya.

Hadir Kepala Seksi Pendidkan Agama Islam Kemenag Gunungkidul H. Faqih Shomadi S.Ag M.Pd.I, Pengawas PAI Kemenag Gunungkidul Dra. Hj. Siti Marfu’ah MSI, Pengawas PAI dari Dinas Pendidikan Sujiyati S.Ag M.Pd, dan Ketua MGMP PAI SMK Akhmad Affandi S.Pd.I. (sgt).

Penulis : Sigit

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul