Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam (menurut Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah). Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepaskan dari sampah. Dimulai dari hal kecil saat membeli makanan misalnya, kertas atau plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan setelah dipakai akan menjadi sampah. Sampah sendiri dari asalnya dibagi menjadi dua yaitu sampah pemukiman dan sampah tempat umum dan perdangangan. Jenis sampah yang dihasilkan oleh permukiman biasanya cenderung organik atau sampah yang bersifat basah, kering dan lainnya.
Dalam rangka menuju calon sekolah adiwiyata, dua guru MIN 1 Gunungkidul mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sampah Organik di Dian Organik Farm, Salam Patuk pada Rabu (13/4/2022). Kegiatan bimtek diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul sebagai peningkatan kapasitas tenaga pendidik calon sekolah adiwiyata tingkat kabupaten. Dua guru yang mengikuti kegiatan ini adalah Widodo Raharjo, S.Pd.I., selaku Ketua Tim Adiwiyata MIN 1 Gunungkidul dan Hidayati, S.Ag. selaku Koordinator program pengelolaan sampah. Praktik pengelolaan sampah organik yang disampaikan yaitu pembuatan biostarter bahan ramah lingkungan (lokal untuk pengomposan), Pengomposan skala rumah tangga dan Budidaya magot.
Fuatul Khakim, S.Pd.I. MSI. selaku Kepala MIN 1 Gunungkidul mendukung kegiatan bimtek sebagai sarana pendukung program sekolah adiwiyata. "Tentu kita menyadari adanya sampah yang ada di sekitar kita. Namun jarang sekali terpikirkan untuk mengelolanya," ucapnya. Sampah organik khususnya, sering ada di sekeliling kita misalnya daun pohon atau tanaman yang terdapat di halaman. "Harapannya setelah mengikuti kegiatan bimtek, bapak/ibu guru dapat memberikan contoh dalam mengelola sampah organik agar lebih bermanfaat" pungkasnya. (hid/aky/fh)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti