Patuk ( Jum’at, 12 Desember 2025) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Gunungkidul menutup rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia dengan kegiatan yang menyentuh dan bermakna. Penutupan rangkaian kegiatan ini diisi dengan acara doa bersama dan aksi nyata penggalangan dana kemanusiaan untuk korban bencana banjir yang melanda Sumatra.
Acara yang dilaksanakan di halaman madrasah ini dihadiri oleh seluruh siswa-siswi serta dewan guru, yang terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Kegiatan diawali dengan sesi pengarahan dan pencerahan yang disampaikan oleh Fuathul Khakim selaku guru madrasah
Para siswa, yang mengenakan seragam pramuka khas madrasah lengkap dengan peci hitam, duduk dengan tertib di atas karpet yang digelar di area terbuka. Sesi ini tidak hanya menjadi penutup seremonial HAB, tetapi juga menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan yang menjadi inti dari Hari Amal Bakti Kemenag. Penceramah tampak memberikan panduan dan nasihat , menciptakan suasana khidmat dan fokus.
Setelah sesi doa dan nasihat, kegiatan dilanjutkan dengan puncak aksi sosial, yaitu pengumpulan dana bantuan untuk korban banjir di Sumatra. Aksi ini merupakan implementasi nyata dari slogan "Amal Bakti" Kemenag, yang menuntut seluruh insan madrasah untuk peduli terhadap sesama.
salah seorang siswa dengan sigap membawa kotak kardus bertuliskan "PENGUMPULAN DANA SUMBANGAN UNTUK KORBAN BENCANA BANJIR DI SUMATRA". Kotak tersebut diedarkan langsung di tengah barisan siswa, di mana mereka secara sukarela menyumbangkan sebagian uang saku mereka untuk membantu saudara sebangsa yang tertimpa musibah.
Kepala MIN 7 Gunungkidul (yusholichatul Janah-red), menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan ganda. "Selain sebagai penutup rangkaian HAB ke-80, kegiatan ini adalah cara kami menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, empati, dan gotong royong kepada anak-anak sejak usia dini. Madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter yang berakhlak dan peduli terhadap lingkungan dan sesama," ujarnya.
Dana yang terkumpul dari seluruh siswa dan keluarga besar MIN 7 Gunungkidul ini rencananya akan segera disalurkan melalui lembaga penyalur bantuan resmi Kemenag untuk memastikan bantuan tiba tepat sasaran kepada para korban banjir di Sumatra.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, MIN 7 Gunungkidul menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama yang tidak hanya unggul dalam akademis, tetapi juga memiliki peran aktif dalam aksi kemanusiaan dan sosial.
Penulis : MIN Patuk/MIN 7
Editor : -