Dari Grup Baru Menjadi Juara, Kisah Tim Nasyid MTsN 9 Gunungkidul di PKM DIY 2025

  Selasa, 14 Oktober 2025    Bacakan Berita     171 
Foto Dari Grup Baru Menjadi Juara, Kisah Tim Nasyid MTsN 9 Gunungkidul di PKM DIY 2025
Tim Nasyid MTsN 9 Gunungkidul berfoto bersama Dewan Juri

Rongkop (MTsN 9 Gunungkidul) - Siapa sangka, dari sebuah grup yang baru terbentuk untuk mengikuti lomba, Tim Nasyid MTsN 9 Gunungkidul justru berhasil menorehkan prestasi luar biasa yaitu Juara I Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Perjalanan mereka tidak dimulai dari panggung megah, tetapi dari ruang kelas sederhana di madrasah tempat empat siswa, Gisella Laviona Eka Nugraha, Farisa Anjani, Rifqa Trianita Larasati, dan Danar Adi Nugraha, mulai belajar menyatukan suara, harmoni, dan rasa. Di bawah bimbingan Dwi Fendhi Nurcahyo, guru Seni Budaya yang juga menjadi pelatih utama, mereka berlatih hampir setiap hari seusai jam pelajaran.

“Kami sangat senang dan tidak menyangka, karena ini pertama kali mengikuti nasyid. Ini menjadi pengalaman yang akan dikenang,” ujar salah satu tim, Gisella.

Sementara Danar, satu-satunya anggota laki-laki dalam grup, menambahkan, “Perasaan saya senang dan mendapatkan pengalaman baru. Awalnya grogi, tapi karena sering latihan bareng, jadi mulai terbiasa dan kompak,” katanya.

Kekompakan itu rupanya menjadi kunci keberhasilan mereka. Setiap lagu tidak hanya dihafal, tetapi dihayati. Lagu “Sepohon Kayu” dan “Jagalah Hati” yang mereka bawakan di panggung provinsi terasa hidup menyentuh hati penonton dan dewan juri.

Farisa juga mengungkapkan rasa haru atas pencapaian ini, “Perasaan saya senang sekali, tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Selain itu saya juga mendapatkan pengalaman yang baru dan berkesan," katanya.

Sementara Rifqa, tak bisa menutupi rasa syukurnya, “Saya tidak menyangka akan mendapatkan juara 1 tingkat provinsi, tapi alhamdulillah kami bisa. Rasanya senang sekali. Terima kasih terutama untuk Bapak dan Ibu guru yang telah membimbing kami," ujanya.

Bagi mereka, kemenangan ini bukan hanya soal piala, tapi tentang proses panjang dari saling menyesuaikan suara, menahan lelah saat latihan sore, hingga mengatasi rasa gugup menjelang tampil di depan juri provinsi.

Pelatih mereka, Dwi Fendhi Nurcahyo, menyebut grup ini istimewa karena semangat belajarnya tinggi. “Mereka cepat belajar dan mau saling mendengarkan. Itu yang membuat harmoni mereka kuat,” ungkapnya.

Kini, Tim Nasyid MTsN 9 Gunungkidul bukan lagi “grup baru”. Mereka menjadi simbol semangat, kerja keras, dan kekompakan siswa madrasah yang berani mencoba hal baru dan membuktikan bahwa dari madrasah kecil pun bisa lahir prestasi besar. Sebagaimana diungkap Kepala Madrasah, Kendah Romi Widiyastuti: “Hasil tidak mengkhianati proses. Mereka berlatih keras, berkolaborasi dengan baik, dan akhirnya menciptakan harmoni yang membangkitkan suasana religius. MTsN 9 Gunungkidul mulai membuktikan diri sebagai madrasah budaya," tuturnya.

Dari ruang latihan sederhana hingga panggung provinsi, kisah Tim Nasyid ini menjadi bukti kerja keras dan kebersamaan dapat mengubah langkah kecil menjadi lompatan besar. (nh)

Penulis : MTsN Rongkop/MTsN 9

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul