Yogyakarta (MIN 9 Gunungkidul) -- Erniawati, S.Pd.I, M.S.I., Kepala MIN 9 Gunungkidul mengikuti seminar yang diadakan oleh Kanwil Kemenag DIY bekerja sama dengan Universitas PGRI Yogyakarta telah menyelenggarakan Seminar Nasional dalam rangka Hari Guru yang bertempat di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta dengan mengambil tema “Mewujudkan Madrasah Jogja Istimewa melalui Cyber Madrasah dan anti Bullying", pada Jumat (17/11/2023).
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 1.000 peserta dari kepala RA, MI, MTs dan MA serta para guru. Acara dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, Masmin Afif, MA. Dalam sambutannya Kakanwil menyampaikan bahwa Hari Guru Nasional adalah hari Istimewa, karena guru merupakan garda pendidikan. Kemenag RI telah mencanangkan Madrasah Ramah Anak, dengan tujuan agar anak-anak merasa nyaman dalam menuntut ilmu. Terlebih saat ini marak kejadian bullying di lingkungan sekolah / madrasah. “Bullying bukan sekedar masalah fisik tetapi juga dapat terjadi di dunia maya yang dapat memberikan dampak psikologis yang serius kepada pembelajar,” ungkapnya disela-sela pembukaan. “Maka mari bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman bebas dari bentuk kekerasan”, tambahnya.
Dedy Andrianto, S.Pd., S,Sos., mengungkapkan bahwa bullying adalah tanggung jawab bersama. “Penanganan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau madrasah namun juga orang tua,” ungkap trainner yang juga penasihat PW Himpaudi propinsi Jateng.
Tindakan bullying dapat terjadi salah satunya dari ketidakadilan yang didapat dari anak baik itu di rumah maupun di sekolah. (iyp)
Penulis : MIN Karangmojo/MIN 9
Editor : Siti Nurafrianti