Bupati Gunungkidul Lepas Jemaah Haji 1444 H/ 2023 M Kloter 47 SOC

  Rabu, 07 Juni 2023    Bacakan Berita     375 
Foto Bupati Gunungkidul Lepas Jemaah Haji  1444 H/ 2023 M Kloter 47 SOC

Wonosari (Kemenag Gunungkidul) – Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta melepas 351 jemaah haji Kabupaten Gunungkidul tahun 1444 H/ 2023 M yang tergabung dalam kloter 47 SOC di Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari, Rabu (7/6/2023).

Bupati menyampaikan bahwa haji adalah panggilan terhormat bagi umat Islam untuk beribadah di Makkah Al Mukaromah. “Niat yang baik ini harus disertai dengan berbagai bekal yang beberapa waktu lalu sudah diberikan oleh para pendamping. Bekal yang sudah Bapak Ibu dapatkan itulah yang nanti akan dilaksanakan di tempat yang sangat mulia,”’ ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Gunungkidul Drs. H. Agus Hartadi M.SI menerangkan bahwa jumlah jemaah haji yang diberangkatkan dari Kabupaten Gunungkidul pada tahun 1444 H/ 2023 M sebanyak 407 jemaah, terdiri dari kloter 47 SOC sebanyak 351 jemaah, tergabung dengan kloter 49 SOC sebanyak 46 jemaah, tergabung dengan kloter 52 SOC sebanyak 6 jemaah, dan tergabung dengan kloter 54 SOC sebanyak 2 jemaah. Sedangkan 2 jemaah menunggu proses mutasi keluar dalam pengkloteran karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan. 

Agus Hartadi menambahkan, jemaah haji tertua bernama Siyem Amat Ngalim berusia 88 tahun 4 bulan dan jemaah haji termuda bernama Anandari Miftahul Jannah berusia 22 tahun 7 bulan. Keduanya tergabung dalam kloter 47 SOC.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Drs. H. Sa’ban Nuroni MA menerangkan tagline layanan haji tahun ini adalah Haji Berkeadilan dan Haji Ramah Lansia. “Maksudnya berkeadilan disini adalah kita memberikan peluang bagi para jemaah atau masyarakat yang telah mendaftar sesuai dengan nomor porsinya, sehingga kemudian tidak ada lagi kebijakan pendamping karena ternyata dalam kajiannya, pendamping ini memperpanjang antrean yang telah lama ditunggu-tunggu. Kalau ada pendamping, berarti yang sudah mendaftar lama harus mengalah pada yang baru mendaftar,” tuturnya.

Sedangkan Haji Ramah Lansia, lanjut Sa’ban, ini karena mengingat 40 persen lebih haji kita tahun ini adalah lansia. “Ini tampak dari tahun 2022 kemarin. Haji kita hanya mendapat 48 persen, sementara itu dibatasi usia keberangkatannya, yaitu dibawah 65 tahun, maka terkonsentrasi di tahun ini. Haji rata-rata 40 persen lansia, namun sudah diantisipasi oleh pemerintah dan petugas sudah dilatih sedemikian rupa,” katanya.

Sa’ban menyontohkan, kepada para jemaah haji yang lansia tidak dilakukan acara yang bertele-tele. “Seperti hari ini, biasanya ada penyerahan ke PPIH Daerah, sekarang sudah tidak, tapi langsung diperiksa kesehatannya dalam rangka mempercepat pelayanan sehingga bisa cepat istirahat,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa pemerintah telah menyediakan petugas-petugas yang langsung sigap melayani jemaah haji lansia.

Penulis : Andi Eko

Editor : Irwan Fajar

Facebook Kemenag Gunungkidul