Gunungkidul (Humas Kemenag DIY)—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Ahmad Bahiej menyampaikan 8 (delapan) pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah 2025 Kementerian Agama DIY, Selasa (21/1/2025). Rakerwil mengusung tema New Spirit New Beginnings, berlangsung hingga Rabu (22/1/2025) di Gunungkidul.
“Delapan pesan Menag yang patut menjadi perhatian kita adalah pertama Internalisasi Nilai Agama. Salah satu misi Kementerian Agama adalah meningkatkan kualitas kehidupan beragama yang diwujudkan dengan internalisasi nilai-nilai agama,” tandas Kakanwil.
“Kedua, Internasionalisasi Praktik Baik Kerukunan Umat Beragama, Presiden Prabowo ingin Indonesia go internasional menjadi kiblat kerukunan dunia,” sambungnya. “Ketiga, Penegakkan Integritas Aparatur dan Reformasi Birokrasi. Kementerian Agama harus terus melakukan reformasi birokrasi untuk tata kelola yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tutur Kakanwil.
Keempat, Perlunya Integrasi Sistem Informasi. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus direspons dengan pelayanan publik yang mudah, murah, efisien, efektif, dan transparan.
“Kelima, perlunya kita dapat agile (lincah/cepat dan dinamis) seiring Transisi Kelembagaan juga diamanatkan menterI Agama,” ungkap Ahmad Bahiej. Kemenag kembali mengalami transisi kelembagaan seiring pembentukan dua badan setingkat kementerian, yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH dengan keluarnya Perpres 153/2024 serta Badan Penyelenggara Haji atau BP Haji melalui Perpres 154/2024.
“Pesan Menteri Agama selanjutnya adalah, kemenag harus mengawal Sukses Haji tahun 2025. Penyelenggaraan haji 2025 diselenggarakan Kemenag dengan dukungan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji),” sambung Kakanwil.
Di samping itu, imbuhnya, jajaran Kemenag DIY wajib menuntaskan Program Pendidikan Profesi Guru. “Peningkatan kualitas guru pendidian agama dan keagamaan menjadi salah satu konsen Kemenag,” ujarnya.
“Terakhir, Menteri agama meminta kita untuk mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata Kakanwil. Ia menjelaskan tercatat lebih dari 10,5 juta siswa madrasah, santri pesantren, dan peserta didik lembaga pendidikan agama dan keagamaan, mulai dhammasekha Buddha, widyawala Hindu, sekolah Kristen, Katolik dan Khonghucu yang menjadi binaan Kemenag.
“Mereka akan menjadi objek program MBG. Partisipasi Kemenag dalam pemberian Makan Bergizi Gratis bagi jutaan siswa dan santri binaan akan berkontribusi dalam pencegahan stunting, mencetak generasi berkualitas, dan mewujudkan keluarga maslahah,” pungkas Kakanwil.
Sebelumnya, Kepala Bagian Tata Usaha Muntolib menyebut tujuan Rakerwil adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program prioritas. “Selain itu juga untuk melakukan telaah indikator kinerja sasaran kegiatan yang tertera dalam Perjanjian Kinerja 2025 dalam rangkaian kegiatan Pra-Raker; Ekspose Rencana Aksi hasil dari pengejawantahan Arahan Menteri Agama dalam rakernas 2025 dari masing-masing unit/satuan kerja; dan Menyusun rancangan rekomendasi kebijakan Kanwil Kementerian DIY,” jelas Muntolib.
Rakerwil diikuti 100 peserta yang terdiri dari jajaran Kepala Bidang, Pembimas, JFT Kanwil Kemenag DIY, Kakankemenag, Kasubbag Tata Usaha, Kasi Kemenag Kabupaten/Kota se-DIY. Juga hadirkan narasumber Kepala Biro Perencanaan Setjen Kemenag Muhamad Iqbal. Dalam ajang ini diserahkan penghargaan kepada para Agen Perubahan, Pemenang Publikasi Award 2024, Pembuatan Video Jingle Pembangunan Zona Integritas, dan Satuan Kerja dengan rata-rata nilai kinerja anggaran tertinggi.
Sumber: https://diy.kemenag.go.id/news/49858-buka-rakerwil-kemenag-diy-2025-kakanwil-sampaikan-delapan-pesan-menteri-agama.html
Penulis : Siaran Pers
Editor : Andi Eko