Buka PDWK, Kepala Kemenag Gunungkidul Luncurkan Gagasan Kampung Moderasi

  Senin, 22 Maret 2021    Bacakan Berita     232 
Foto Buka PDWK, Kepala Kemenag Gunungkidul Luncurkan Gagasan Kampung Moderasi

Gunungkidul (Kankemenag) – Moderasi beragama merupakan program prioritas yang bersifat strategis, maka kemudian program ini bersifat mandatori dari pusat kepada Kementerian Agama seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Arief Gunadi, saat membuka Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) dengan jenis pelatihan teknis Pelayanan Publik dan Moderasi Kerukunan Umat Beragama yang diadakan Balai Diklat Keagamaan Semarang di PLHUT Kemenag Gunungkidul, Senin (22/3/2021).

Arief menjelaskan bahwa dirinya berinisiatif membuat program bernama Kampung Moderasi. “Jadi, Kampung Moderasi ini nanti naskah akademiknya kami susun, infrastruktur dan fasilitasnya kami siapkan serta saat launching nanti bisa mengundang Menteri Agama,” terang Arief.

Dalam kesempatan ini, Arief menjelaskan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, berdasar mandat dari Sekjen Kementerian Agama, diharap berupaya menuju WBK-WBBM. “Ruh WBK-WBBM sebenarnya hanya satu, yaitu pelayanan prima,” ungkapnya seraya menuturkan bahwa pelayanan prima diawali dari adanya PTSP di masing-masing satuan kerja.

Arief menceritakan, saat rapat dengan Kepala KUA, dirinya menjelaskan relevansi menjaga NKRI dengan pelayanan prima. Arief mencontohkan pelayanan di bank, mulai dari satpam hingga pegawai yang bertugas, mereka memberikan pelayanan yang luar biasa karena takut nasabahnya pindah ke bank lain. 

“Akan luar biasa bahayanya ketika pelayanan publik pada birokrasi pemerintahan tidak memberikan senyuman dan pelayanan yang prima, karena ini akan terkait dengan mudahnya seseorang memberikan ideologi yang tidak sesuai dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Misal, tidak usah ikut-ikutan taat dengan NKRI, toh pelayanan publik di NKRI ya seperti itu, wajahnya sangar-sangar, ayo kita ikut saja ideologi lain. Akhirnya mendoktrinasi warga bangsa dan kemudian mereka akan mudah ikut hanya karena pelayanan publik tidak prima. Maka, marilah tetap tersenyum,” ajaknya. 

Sebelumnya, mewakili keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Arief menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai Diklat Keagamaan Semarang yang diwakili Sholihin beserta tim, karena pada awal tahun 2021 ini permohonan pihaknya kepada Balai Diklat Keagamaan Semarang agar volume diklat bagi keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul di semua level dan disiplin ilmu dapat lebih ditingkatkan, akhirnya terjawab. “Alhamdulillah telah terjawab, untuk itu kami ucapkan terima kasih,” ujarnya. 

Diakhir sambutannya, Arief berpesan kepada peserta untuk rapi dalam berbusana, sopan dalam berinteraksi dan disiplin mengikuti kegiatan. “Semoga menjadi ‘ilman nafi’an,” pungkasnya. (and)

Penulis : Andi Eko

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul