Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- MIN 1 Gunungkidul secara konsisten menerapkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) di gerbang madrasah setiap pagi. Kegiatan penyambutan ini merupakan bentuk pelayanan prima dari seluruh guru dan staf kepada peserta didik yang baru hadir pada Jumat (7/11/2025), bertujuan membangun fondasi karakter yang kuat sekaligus menciptakan lingkungan madrasah yang positif.
Kepala Madrasah, Risdiyanto, menegaskan bahwa budaya 5S bukan hanya rutinitas, tetapi merupakan metode pendidikan karakter yang terintegrasi. "Penyambutan yang hangat di pagi hari adalah 'jembatan emosional' antara madrasah dan siswa. Dengan Senyum, Salam, dan Sapa, kita bukan hanya meningkatkan rasa dihargai dan dimiliki oleh siswa, tetapi juga secara otomatis mendongkrak motivasi belajar mereka," jelasnya.
Lebih lanjut, Risdiyanto menekankan bahwa interaksi personal melalui 5S memiliki fungsi strategis sebagai layanan deteksi dini masalah siswa. "Ketika guru menyapa siswa dengan tulus, kita bisa mengamati perubahan ekspresi, bahasa tubuh, atau raut wajah. Jika ada siswa yang datang tanpa senyum, atau terlihat murung, itu adalah sinyal bagi kami untuk mendeteksi masalah sedini mungkin dan memberikan bimbingan yang tepat sebelum masalah tersebut mengganggu proses belajar," tambahnya.
Pelaksanaan 5S secara teratur ini membawa dampak positif yang signifikan, meliputi peningkatan rasa dihargai, terciptanya suasana hangat dan akrab, pembangunan fondasi karakter, peningkatan kedisiplinan, serta penciptaan lingkungan positif. MIN 1 Gunungkidul berkomitmen untuk menjadikan budaya 5S ini sebagai ciri khas madrasah yang tidak hanya mencetak siswa cerdas, tetapi juga berakhlakul karimah. (risdiy)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Putri HS