Karangmojo (MTsN 8 Gunungkidul) -- Rangkaian Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang diselenggarakan oleh MTsN 8 Gunungkidul yang berlangsung selama dua hari sangat bermanfaat bagi peserta bimtek. Pasalnya materi tentang kurikulum merdeka (kumer) merupakan hal baru bagi guru yang berada di dalamnya. Selain menghadirkan narasumber dari lingkungan Kementerian Agama, panitia juga menggandeng Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga. Hal ini dimaksudkan agar saling melengkapi informasi yang diperoleh nanti.
Ada empat materi dalam bimtek tersebut, antara lain Perubahan Mindset, Modul Ajar PAI, Modul Ajar Mapel Umum, dan Penyusunan KOM. Pada materi Penyusunan Modul Ajar yang disampaikan oleh Agus Suroyo, S. Ag., M. Pd.I., hari Selasa (31/1/2023) bahwa pembelajaran berdifferensiasi pantas untuk diketahui sebelum proses pembelajaran. Ini akan mempermudah guru dalam proses pembelajaran. "Inti dari IKM adalah bagaimana kita dapat membuat pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa menjadi terlayani sesuai dengan capaian pembelajaran dan karakteristiknya," jelas narasumber yang juga kepala sekolah itu. Demikian gamblangnya ia menjelaskan tentang kumer membuat peserta bimtek mengangguk-anggukkan kepala pertanda paham.
Hamid Abdul Basit, selaku Kepala Madrasah pun dengan antusias menyimak materi yang disampaikan. Sejauh ini kumer yang masih bersifat piloting belum mendapat respons yang tinggi dari madrasah pada umumnya. Namun, berjalannya waktu akan ada masa bahwa penerapan kumer pada jenjang madrasah pun menjadi kewajiban. Oleh karena itu, menjadi penting untuk dipelajari ihwal kumer mulai dari memahami karakteristik siswa, capaian pembelajaran, alur tyjuan pembelajaran, penyusunan modul ajar, sampai dengan asesmen. "Harapannya jika tahun ajaran 2023/2024 kurikulum merdeka menjadi pilihan, madrasah telah siap," ungkapnya di penghujung acara. (mmn)
Penulis : MTsN Karangmojo/MTsN 8
Editor : Siti Nurafrianti