Bimas Islam Kemenag Gunungkidul Adakan Doa Bersama untuk Negeri

  Sabtu, 17 Juli 2021    Bacakan Berita     120 
Foto Bimas Islam Kemenag Gunungkidul Adakan Doa Bersama untuk Negeri

Gununungkidul (Kankemenag) – Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul mengadakan kegiatan doa bersama dengan tema Doa Bersama untuk Keselamatan Negeri melalui Zoom Meeting, Jumat (16/7/2021) malam. Hadir pada kegiatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Kepala Seksi dan penyelenggara Kemenag Gunungkidul, Ketua MUI Kabupaten Gunungkidul, Rois syuriyah Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Gunungkidul, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul, Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Non PNS, serta segenap ASN KUA se-Kabupaten Gunungkidul.

Acara dibuka dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kasi Bimas Islam, H. Supriyanto, S.Ag., M.SI, yang menjelaskan diadakannya kegiatan doa bersama ini dalam rangka menindaklanjuti SE Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Nomor P-003/DJ.III/Hk.007/07/2021 tentang Gerakan Nasional Penyuluh Agama Islam di Masa Darurat Covid-19.

Diberlakukannya PPKM Darurat dalam rangka menegah penularan Covid-19, pemerintah berupaya untuk berikhtiar baik secara lahir maupun secara batin. Secara lahiriah Kemenag RI termasuk didalamnya Kemenag Gunungkidul mengadakan satu gerakan aksi kemanusiaan. “Aksi kemanusiaan yang telah disepakasi oleh teman-teman KUA beserta para penyuluh yakni, kepeduliaan dalam rangka mendukung sejuta vitamin yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang terdampak Covid-19 dan juga dalam rangka pencegahan supaya masyarakat kita tidak terkena ataupun terimbas Covid-19,” jelas Supriyanto.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kankemenag Gunungkidul, Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA.,memberikan apresiasi serta mengucapkan terimakasih kepada Kasi Bimas Islam beserta jajarannya atas terlaksananya kegiatan doa bersama ini. Covid-19 ini merupakan takdir yang tidak bisa kita hindari, yang dapat kita laksanakan adalah berikhtiar secara maksimal, ikhtiar secara kesehatan, ikhtiar secara kemanusiaan, dan juga ikhtiar secara sosial. 

“Ikhtiar secara kesehatan,kita sudah mengenal adanya 5M, dan secara sosial kita juga harus saling tolong menolong, saling menjaga antar tetangga dan masyarakat, dan tentu saja ikhtiar tersebut harus dilengkapi dengan kita berdoa kepada Allah, karena doa adalah senjatanya kaum muslimin. Maka pada malam ini mari kita bersama melantunkan dan melangitkan doa agar Allah berkenan mengijabah doa-doa kita sehingga Covid-19 segera hilang dari Gunungkidul, dari Yogyakarta, dari Indonesia dan juga dari muka bumi,” harap Saban.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Sa’ban kembali mengingatkan tentang Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan Di Tempat Ibadah, Malam. Takbiran, Shalat Idul Adha, Dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M Di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Ia berharap para tokoh agama, para pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas) dapat mengedukasi masyarakat, karena harapan dari pemerintah edaran tersebut dapat dilaksanakan .”Kita, tokoh agama tentu saja yang bisa dijadikan sebagai panutan, kita mmpunyai tanggung jawab mengedukasi masyarakat agar taat kepada perintah termasuk didalamnya perintah dari Umara,” ujarnya. (sna)

Penulis : Siti Nurafrianti

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul