Belajar Matematika dengan Seru: Siswa Kelas 5A MIN 1 Gunungkidul Mengenal Jaring-Jaring Bangun Ruang

  Jumat, 22 September 2023    Bacakan Berita     450 
Foto Belajar Matematika dengan Seru: Siswa Kelas 5A MIN 1 Gunungkidul Mengenal Jaring-Jaring Bangun Ruang
Zaki dan Bagus menunjukkan hasil produk yang telah mereka buat dalam pelajaran matematika.

Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) — Pembelajaran matematika di MIN 1 Gunungkidul terus mengalami perkembangan yang menarik dan kreatif. Pada pembelajaran terbaru, siswa kelas 5A diajak untuk mengenal jaring-jaring bangun ruang tiga dimensi seperti balok, kubus, kerucut, limas, dan bangun ruang lainnya. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran ini sangat menyenangkan, sehingga siswa dapat belajar matematika sambil bermain.

Isnaini Badaruddin, S.Pd.I., guru matematika kelas 5A MIN 1 Gunungkidul, menjadi salah satu inovator dalam pendekatan pembelajaran matematika. Dalam pembelajarannya, Isnaini menggunakan metode yang menggabungkan pembelajaran bermain dan kreativitas siswa.

Dalam salah satu sesi pembelajaran, siswa diajak untuk merancang jaring-jaring bangun ruang tiga dimensi. Mereka memulai dengan menggambarkan pola jaring-jaring yang akan dibuat pada kertas bekas. Setelah pola jaring-jaring selesai digambar, siswa kemudian memotong pola tersebut sesuai dengan desain yang mereka inginkan.

Yang membuat pembelajaran ini begitu menarik adalah bahwa siswa tidak hanya belajar teori tentang jaring-jaring bangun ruang, tetapi mereka benar-benar membuatnya dengan tangan mereka sendiri. Mereka menggunakan bahan sederhana dan perekat untuk membentuk jaring-jaring tersebut.

Salah seorang siswa, Muhammad Azzulfaa Almuzakki, mengungkapkan kegembiraannya dalam pembelajaran ini. Zaki menyatakan bahwa sebelumnya, ia hanya melihat bangun ruang seperti kardus tanpa benar-benar mengerti bagaimana cara membuatnya. Namun, melalui pembelajaran ini, ia merasa lebih mengerti dan percaya diri dalam membuat jaring-jaring bangun ruang.

Pendekatan pembelajaran ini mendapatkan sambutan positif dari siswa, yang merasa bahwa matematika bukan lagi mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Selain itu, mereka juga belajar tentang kerja sama dalam kelompok dan mengasah keterampilan kreatif mereka.

Isnaini berharap bahwa dengan metode pembelajaran yang menyenangkan seperti ini, siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep matematika yang abstrak. Ia juga berencana untuk terus mengembangkan metode pembelajaran inovatif lainnya agar siswa dapat belajar dengan lebih baik dan bermakna. (na/isb)

Penulis : MIN Ngawen/MIN 1

Editor : Siti Nurafrianti

Facebook Kemenag Gunungkidul