Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- MIN 1 Gunungkidul kembali menggelar kegiatan praktikum wudhu yang dilaksanakan pada hari Selasa (21/2/2023) oleh siswa-siswi kelas 1B. Kegiatan praktikum ini berbeda dari praktikum wudhu biasa, karena siswa-siswi diharuskan melakukan penilaian sebaya antar sesama siswa. Kegiatan praktikum ini dilakukan dengan tujuan agar siswa-siswi dapat lebih memahami dan menguasai tata cara wudhu secara benar dan sesuai dengan tuntunan agama. Selain itu, dengan adanya penilaian sebaya, diharapkan siswa-siswi dapat lebih terlatih dalam memberikan penilaian dan memperbaiki kesalahan. Kegiatan praktik berwudhu ini dibimbing oleh guru agama MIN 1 Gunungkidul, Mohamad Akyas, SH., didampingi wali kelas IB, Herni Uswatun Hasanah, S.Pd.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama kepada siswa-siswi. Selain itu, kegiatan praktikum wudhu ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan keakraban dan rasa saling percaya di antara siswa-siswi. "Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa-siswi dapat lebih memahami dan mengamalkan tata cara wudhu dengan benar serta dapat membentuk karakter yang baik dalam berinteraksi dengan teman-teman sebayanya," ujar Guru Fikih, Mohamad Akyas, SH.
Kegiatan praktikum wudhu ini mendapat sambutan yang positif dari siswa-siswi, yang merasa senang dan asyik dalam melaksanakan praktikum dengan penilaian sebaya. Selain itu, mereka juga dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ditemukan pada teman sekelasnya. Diharapkan kegiatan praktikum wudhu ini dapat terus dilaksanakan di MIN 1 Gunungkidul sebagai bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan karakter siswa-siswi.
Dalam kata sambutanya, Kepala MIN 1 Gunungkidul, Fuatul Khakim, S.Pd.I., MSI., menyatakan bahwa wudhu adalah hal yang sangat fundamental dalam ibadah, sebab wudhu menjadi syarat sahnya salat. Jika wudhu tidak sempurna atau tidak sah maka salatnya juga tidak sah. Wudhu juga menjadi cirinya para salafussholeh, maka kebiasaan wudhu harus menjadi budaya kita. “Alhamdulillah, di MIN 1 Gunungkidul upaya membiasakan wudhu menjadi budaya itu sudah dilakukan dengan mewajibkan siswa datang ke madrasah dalam keadaan berwudhu,” demikian pungkas Fuatul. (fh/fkn/her)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti