Ponjong (MIN 11 Gunungkidul) — Suasana pagi MIN 11 Gunungkidul terasa khidmat dan menenangkan. Setiap pagi sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, lantunan Asmaul Husna menggema dari halaman madrasah sebagai agenda rutin harian dalam rangka pembiasaan karakter religius peserta didik.
Kegiatan pembacaan Asmaul Husna diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan dengan penuh kekhusyukan. Dipandu oleh guru piket atau petugas yang telah dijadwalkan, pembiasaan ini dilaksanakan secara bersama-sama sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan sejak dini.
Kepala MIN 11 Gunungkidul, Ngatman menyampaikan bahwa pembiasaan membaca Asmaul Husna merupakan salah satu implementasi penguatan pendidikan karakter di madrasah. Melalui kegiatan ini, madrasah berupaya membentuk sikap religius, kedisiplinan, serta kecintaan kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui pembiasaan ini, kami berharap nilai-nilai Asmaul Husna tidak hanya dihafal, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku siswa, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah,” ujarnya.
Selain sebagai sarana pembentukan karakter, kegiatan ini juga berfungsi menciptakan suasana belajar yang tenang dan positif. Dengan mengawali hari melalui zikir dan doa, siswa diharapkan lebih siap secara mental dan spiritual dalam mengikuti proses pembelajaran.
Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Lantunan Asmaul Husna yang menggema setiap pagi telah menjadi ciri khas dan identitas religius MIN 11 Gunungkidul sebagai madrasah yang berkomitmen melahirkan generasi berakhlak mulia.
Melalui agenda rutin ini, MIN 11 Gunungkidul terus berupaya mewujudkan madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman. (NP)
Penulis : MIN Ponjong/MIN 11
Editor : Putri HS