Wonosari (Kemenag Gunungkidul) - Menutup rangkaian pekerjaan dalam satu pekan, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul mengikuti apel sore di halaman kantor setempat, Jumat (2/8/2024).
Bertindak sebagai pembina apel, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Hj. Sri Sugiyanti SH M.Hum dengan petugas dari Urusan Kepegawaian.
Kepada peserta apel sore, Sri menyampaikan bahwa tahun ini Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menyelenggarakan Grebek UMKM yang merupakan program kerja dari Bank Indonesia.
"Tujuannnya adalah memberikan manfaat terhadap UMKM tentang ketahanan pangan, keluasan ekonomi dan keuangan digital," katanya.
Sri menjelaskan bahwa Kabupaten Gunungkidul telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam sebagai Kota Wakaf tahun 2024 yang merupakan salah satu diantara enam kabupaten/kota lainnya.
Kemenag Gunungkidul telah merintis wakaf uang serentak sejak tahun 2021, yaitu dengan wakaf uang serentak yang dimulai pada Hari Amal Bhakti (HAB) ke-76, wakaf uang serentak jemaah haji tahun 2023 dan calon pengantin pada 18 KUA Kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.
"Oleh karenanya, Bank Indonesia menginisiasi untuk menyinergikan antara program Kabupaten/Kota Wakaf yang ada di Gunungkidul dengan Grebek UMKM yang ada di DIY," ungkapnya.
Adapun program kerja yang diusung adalah pengumpulan modal kerja halal abadi melalui wakaf uang di Kabupaten Gunungkidul. "Kota wakaf mendorong produk UMKM berkualitas, harapannya mampu menembus pasar nasional," pungkasnya.
Penulis : Putri HS
Editor : Andi Eko