Apel Pagi: Pembukaan Matsama MAN 1 Gunungkidul

  Senin, 14 Juli 2025    Bacakan Berita     18 
Foto Apel Pagi: Pembukaan Matsama MAN 1 Gunungkidul

Wonosari (MAN 1 Gunungkidul) - Pada hari pertama masuk madrasah, Senin (14/7/2025) segenap civitas akademika MAN 1 Gunungkidul melaksanakan apel pagi di halaman madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai penanda dimulainya kegiatan pembelajaran tahun ajaran 2025-2026 sekaligus sebagai ajang pembukaan Masa Taaruf Siswa Madrasah  (Matsama) 2025 kepada 181 siswa baru kelas X.

Kepala MAN 1 Gunungkidul H. Kholis Muhajir S.Ag MSI bertindak sebagai pembina apel menyampaikan bahwa Matsama adalah bagian integral dari rangkaian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang bertujuan untuk mengenalkan lingkungan, fasilitas, ciri khas, nilai, norma, tata tertib, serta karakter dan budaya madrasah kepada peserta didik baru.

Urgensi pelaksanaan Matsama ditekankan pada kebutuhan untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa baru, terutama mengingat rasa penasaran dan kecemasan yang mungkin mereka alami saat memasuki ekosistem baru. “Taaruf secara harfiyah artinya saling mengenal satu sama lain. Makna ini terkandung maksud, bahwa siswa baru di masa-masa awal masuk tahun pelajaran baru perlu mengenali lingkungan madrasah, para guru, tenaga kependidikannya, dan semua hal yang terkait dengan madrasahnya yang baru,” ungkapnya.

Kholis menegaskan agar pelaksanaan Matsama memiliki tujuan yang sama dengan juknis Matsama 2025 yang dikeluarkan oleh Direktur Kurikulum, Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang meliputi Pengenalan dan Penyesuaian Diri yaitu membantu siswa baru mengenali lingkungan belajar baru, diri sendiri, dan lingkungan sosial agar siap secara mental, mengurangi kecemasan, dan mudah menyesuaikan diri dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya, Menumbuhkan kebanggaan siswa baru terhadap madrasah, memahami nilai-nilai madrasah, serta mencintai dan menjaga nama baik almamater. Menciptakan Lingkungan Positif, yaitu mewujudkan madrasah yang aman, nyaman dan menyenangkan dengan pendekatan nilai-nilai moderasi beragama, menumbuhkan budaya dan jiwa inklusif tidak eksklusif, ramah, anti kekerasan dan bullying, anti pelecehan seksual, dan menghargai harkat-martabat kemanusiaan.

Kemudian, Pengenalan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yaitu memperkenalkan implementasi KBC di luar pembelajaran, meliputi cinta kepada Allah  Rasulullah, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan bangsa/negara. Serta Pembentukan Karakter yaitu mengenalkan pola kebiasaan hidup bersih, lingkungan yang sehat dan halal, serta menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan mental mandiri berprestasi.

Lebih lanjut beliau juga menyampaikan agar Matsama 2025 dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, diisi dengan kegiatan bermanfaat agar tujuan dapat tercapai dengan sukses.

Penulis : MAN 1 Gunungkidul

Editor : Putri HS

Facebook Kemenag Gunungkidul