Gunungkidul (Kankemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Arief Gunadi didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Gunungkidul Tsamin Fausi menyerahkan SK Pengurus UPZ Madrasah kepada 10 madrasah negeri, yaitu 1 Madrasah Aliyah Negeri dan 9 Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kabupaten Gunungkidul.
“Saya berharap kepada madrasah, sebagai penanggung jawab UPZ pada satuan kerja, kiranya dapat melakukan pengumpulan dan penasarufan zakat melalui BAZNAS sesuai UU Zakat Nomor 23 Tahun 2011,” pesan Arief Gunadi usai penyerahan SK Pengurus UPZ Madrasah dan penandatanganan MoU antara BAZNAS Kabupaten Gunungkidul dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul terkait pengelolaan zakat. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pembinaan pegawai di Lantai Dasar Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari, Senin (7/9/2020).
Selain itu, juga diadakan penasarufan zakat dari UPZ Kemenag Gunungkidul kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19, berupa bantuan bedah rumah untuk 2 lokasi, MCK 5 lokasi, Kampung Zakat 1 lokasi dan Rumah Yatim 1 lokasi.
“Kami berharap kepada seluruh pihak yang menerima penasarufan zakat ini dapat memanfaatkan sebagaimana peruntukannya dan selanjutnya bagi keluarga yang menerima bantuan UPZ dalam program bedah rumah, semoga dapat membantu meringankan pembangunan kediamannya,” ungkap Arief.
Dikatakan, dari tahun ke tahun UPZ Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul turut berpartisipasi dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan pembangunan kesejahteraan masyarakat. “Alhamdulillah, ASN Kementerian Agama dalam statistik terkini menempati urutan pertama sebagai ASN paling produktif dan taat membayar zakat,” tuturnya.
Arief mengajak hadirin untuk meyakini bahwa ketika zakat sudah ditasarufkan, maka rezeki yang diterima sudah bersih. Meyakini bahwa dengan memberikan sebagian rezeki yang diterima untuk melaksanakan perintah Allah tidak akan menyebabkan kita miskin dan kekurangan, serta berharap semoga diganti yang lebih dari Allah SWT. “Siapa tahu dari hal ini kita menjadi sehat, siapa tahu dari hal ini kita memiliki rezeki yang banyak, siapa tahu dari hal inilah kita mendapatkan keluarga yang bahagia. Itulah gambaran atau ilustrasi betapa setiap melaksanakan perintah agama mengandung filosofi yang dalam di kehidupan manusia,” terangnya.
Dalam kesempatan ini juga diserahkan penghargaan kepada Suroto, pegawai Subbag TU Urusan Kepegawaian yang telah memasuki masa purnatugas. “Spesial untuk Bapak Suroto, ini adalah yang perdana dimasa jabatan saya. Kita hadirkan diacara ini agar kita dapat mengambil inspirasi bahwa Pak Suroto ini adalah ASN dengan masa kerja yang panjang, 36 tahun bekerja sebagai ASN. Pak Suroto cukup inspiratif bagi kami dalam membangun konsistensi lima nilai budaya kerja, dengan integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan yang dimiliki,” ujar Arief.
Diakhir pembinaannya, Arief memohon doa restu kepada hadirin agar Kementerian Agama dapat melaksanakan tugas, peran dan fungsinya untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga akidah masyarakat sesuai dengan agama yang diyakininya masing-masing dan menjaga imunitas lima nilai budaya kerja dalam diri pegawai sehingga dapat menjadi lebih baik di masa mendatang. “Selamat berkarya dan semoga menjadi jariyah kita,” pungkasnya. (and)
Penulis : Andi Eko
Editor : Andi Eko