Jadi Narasumber MPLS SMAN 1 Panggang, Kepala KUA Panggang Sampaikan Bahaya Pernikahan Dini

  Rabu, 17 Juli 2024    Bacakan Berita     73 
Foto  Jadi Narasumber MPLS SMAN 1 Panggang, Kepala KUA Panggang Sampaikan Bahaya Pernikahan Dini

Panggang (KUA Panggang) - Kepala KUA Panggang Lutfi Wirawan S.Fil MSI menjadi narasumber pada MPLS SMAN 1 Panggang di Aula SMA Panggang,  Rabu (17/7/2024).

Kepala KUA Panggang  Lutfi Wirawan menyampaikan bahwa pernikahan dini merupakan pernikahan yang berlangsung pada pasangan yang belum berusia 19 tahun. "Kondisi ini tidak hanya memicu munculnya banyak masalah kesehatan, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, baik fisik maupun seksual,” paparnya.

Lutfi melanjutkan, hampir sebagian besar kalangan, bahkan negara, tidak menganjurkan pernikahan dini.  Alasannya karena dampak dan risiko yang dapat terjadi. Terutama jika dalam pernikahan tersebut terdapat paksaan dari pihak luar. 

Tujuan peraturan usia pernikahan untuk melindungi kesehatan calon pengantin yang masih berusia muda sehingga pernikahan dini bukanlah sebuah solusi. "Pasalnya, risiko pernikahan dini lebih besar daripada manfaatnya. Risiko pernikahan dini diantaranya rentan putus sekolah, kemiskinan, rentan terjadinya KDRT, meningkatkan risiko kematian pada ibu dan bayi, rentan terjadi perceraian dan meningkatkan risiko depresi, trauma, dan stres pada pasangan," katanya.

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), ada dua hal yang perlu setiap orang persiapkan sebelum menikah, yaitu faktor biologis dan psikologis. Faktor biologis adalah kesiapan fisik dan gizi maksimal. Hal ini penting sebelum seseorang membina rumah tangga, khususnya pada perempuan yang akan mengalami kehamilan dan melahirkan.  

Lutfi menjelaskan faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini, diantaranya pacaran, rendahnya pengetahuan terhadap risiko pernikahan dini, kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh media massa yang tidak dapat dikontrol dan hamil sebelum menikah.

"Menikah bukan menjadi perkara yang sederhana dan mudah. Setiap pasangan perlu matang secara fisik, emosi, dan mental. Inilah alasan mengapa pernikahan dini seharusnya tidak dilakukan. Selain itu, pasangan juga harus memiliki kesiapan mental dan finansial guna menghindari konflik rumah tangga," pungkasnya.

 

Penulis : KUA Panggang

Editor : Andi Eko

Facebook Kemenag Gunungkidul